28 March 2020, 16:13 WIB

Partai Kongres Nilai Pemerintah India Lambat Atasi Covid-19


Deri Dahuri | Internasional

BERSAMAAN dengan sejumlah negara mulai menerapkan lockdown secara ketat untuk mencegah penyebaran virus korona, India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua di dunia melakukan hal serupa.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Selasa (24/3), telah mengumumkan pemberlakuan lockdown selama 21 hari. Kini di India, tercatat lebih dari 700 orang terinfeksi virus Covid-19 dan 17 orang dilaporkan meninggal. 

Negara yang berada di kawasan Asia Selatan melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 30 Januari 2020 lalu. Namun dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kasus orang yang terinfeksi Covid-19 meningkat pesat. Para kesehatan publik setempat telah mendesak pemerintah mengambil tindakan segera.

Partai oposisi utama, Partai Kongres, telah melontarkan kritik terhadap pemerintah Modi yang dinilai lambat memberi respons dqalam mengatasi pendemi virus korona.  

Sementara partai petahana, Ketua Partai Bharatiya Janata Sundhanshu Mittal mengatakan India adalah satu dari sejumlah negara yang mengambil tindakan cepat dalam menanggulangi wabah Covid-19.

"Anda pasti tidak dapat bertindak spontan terhadap suatu bencana tanpa eveluasi dan antispasi terhadap besar skala masalah dan perlu melihat konsensus dan wawasan internasional. Banyak keputusan pemerintah yang dibuat," bela Mittal untuk menjawab kritikan dari partai oposisi.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengklaim bahwa tingkat infeksi di negaranya masih stabil. "Saat jumlah kasus Covid-19 naik, tingkat penambahan masih relatif stabil. Bagaimanapun, ini hanya awal dari awal kencederungan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan.   

Menurut laporan terbaru badan riset medis terkemuka,  Indian Council of Medical Research (ICMR), telah melakukan tes korona terhadap 27.688 orang mulai pukul 09.00 setempat pada Jumat (27/3).   

"Sebanyak 691 orang positif terinfeksi virus korona sementara lainnya suspect korona dan sisanya banyak orang yang melakukan kontak dengan orang positif korona," demikian laporan ICMR. (AFP/Aljaeera/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT