28 March 2020, 15:38 WIB

Pandemi Korona, Adaro dan Industri Kayu di Kalsel Tetap Operasi


Denny S | Nusantara

PERUSAHAAN tambang batubara terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel), PT Adaro Indonesia masih berproduksi normal.

"Produksi batubara adaro masih normal, meski wabah virus korona mulai memengaruhi sektor tambang," ucap Eksternal Relation PT Adaro Indonesia Dahai Kabupaten Tabalong, Kadarisman, Sabtu (28/3).

Namun, sambung dia, pihak perusahaan telah menerapkan aturan ketat kepada karyawan sehubungan memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Salah satunya adalah melarang perjalanan k eluar daerah dan pengetatan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan yang masuk ke site perusahaan.

Sebagian karyawan nonproduksi juga diperbolehkan bekerja dari rumah (work from home).

Baca juga: Warga Jateng Lakukan Pencegahan Covid-19 Mandiri

Industri kayu di Kalsel tetap beroperasi seperti biasa meski sedang berlangsung pandemi virus korona (covid-19).

"Hingga kini para pekerja industri perkayuan tetap bekerja seperti biasa. Keadaan memaksa demikian karena tidak ada jaminan kompensasi dari perusahaan. Sektor swasta seperti ini para pekerjanya memang harus tetap bekerja, jika tidak bekerja maka mereka tidak mendapat penghasilan," ungkap Biro Hukum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel Sumarlan.

Baca juga: Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan dari dan ke Labuan Bajo

Menurut Sumarlan, pandemi virus korona yang sebenarnya sangat rentan terhadap para pekerja industri kayu.

Di sisi lain pihak perusahaan juga harus mengejar target produksi dan kondisi keuangan perusahaan perkayuan yang berat apabila membayar kompensasi menghentikan produksi. "Industri perkayuan di Kalsel belum sehat bahkan terus berkurang," ujarnya.

Akan tetapi, Sumarlan mengatakan, perusahaan perkayuan sudah menerapkan kebijakan social distancing, penggunaan masker, cuci tangan dan lainnya.

Menurut catatan KSPSI Kalsel, jumlah pekerja industri perkayuan saat ini berjumlah 8.000 pekerja. Sedangkan jumlah pekerja industri perkebunan dan tambang yang menjadi anggota KSPSI berjumlah 9.000 orang pekerja. (X-15)

BERITA TERKAIT