28 March 2020, 12:15 WIB

Ecclestone Sarankan Formula 1 2020 Ditiadakan


Alfa Mandalika | Olahraga

BERNIE Ecclestone tidak yakin Formula 1 musim ini bisa berjalan di tengah pandemi virus korona (Covid-19) yang tidak seorang pun tahu kapan mereda.

Jika ia masih menjadi orang nomor satu di F1, ia pun akan menyatakan dengan tegas bahwa tahun ini tidak akan ada balapan F1 karena krisis kesehatan global itu.

"Hari ini apa yang akan saya lakukan? Saya akan bilang jika kita sudahi pembicaraan untuk menggelar balapan tahun ini," kata Ecclestone.

"Itu satu-satunya hal teraman yang bisa kalian lakukan untuk semua orang jadi janganlah membuat rencana yang konyol yang kemungkinan tidak akan bisa terlaksana," kata Bernie yang sedang berada di peternakannya di Brasil dalam suasana lockdown yang diterapkan negara tersebut.

Baca juga: Tiga Seri MotoGP akan Digelar Beruntun pada Juli

Multimiliarder Inggris berusia 89 tahun itu juga memperkirakan grand prix di kampung halamannya di Silverstone pada Juli nanti juga mustahil digelar.

Mantan supremo F1, julukan yang diberikan media Inggris, itu mengaku lebih memilih menghapus kalender F1 2020 saat ini agar tim bisa fokus ke musim 2021.

"Itu yang mereka lakukan dengan Olimpiade. Sayang sebenarnya, tapi memang ini adanya," kata Ecclestone.

Sementara itu, CEO Formula 1 Chase Carey berharap bisa menggelar musim ini dengan jumlah balapan yang dikurang dari 22 menjadi 15 atau 18 seri.

"Saya akan sangat, sangat terkejut jika mereka bisa melakukan itu," kata Ecclestone.

"Saya harap mereka bisa. Saya harap benar-benar mereka bisa. Mereka bisa menggelar tiga atau empat balapan di awal tahun depan dan tetap memasukkannya di kejuaraan 2020."

Masalahnya adalah balapan itu mau digelar di mana sehingga tim bersedia datang dan juga promotor ingin melangsungkannya.

"Masalah besarnya adalah mencari promotor yang mau menjalankan balapan."

Seri pembuka Grand Prix Australia, kemudian Monako telah dibatalkan, berikut enam balapan lainnya, Bahrain, Vietnam, Tiongkok, Belanda, Spanyol, dan Azerbaijan, yang harus ditunda karena wabah virus korona.

Selain delapan balapan di awal musim tadi, seri-seri selanjutnya juga terancam ditunda mengingat Kanada, Prancis, dan Austria juga sedang berperang dengan penyakit virus itu.

Sedangkan Inggris, yang akan menggelar grand prix di Silverstone pada 19 Juli, menangguhkan semua kompetisi balap di negara itu hingga akhir Juni.

Menjadi bos F1 sejak akhir 1970-an sebelum digantikan Carey pada 2017, Ecclestone memiliki segudang pengalaman dalam mengelola rombongan "sirkus jet darat" itu.

Eccclestone mengawali kariernya sebagai pembalap pada tahun 1950-an hingga memiliki timnya sendiri sebelum membawa F1 menjadi bisnis senilai US$1 miliar, yang kini hak komersialnya dipegang Liberty Media

"Akan menjadi kesempatan bagus bagi Liberty untuk memegang kendali penuh semuanya, mengambil alih dari semua promotor dan memotong biaya-biaya yang langsung dibebankan ke tim, jadi mereka akan butuh sekitar 70 orang ketimbang 700," kata Ecclestone. (OL-1)

BERITA TERKAIT