28 March 2020, 08:25 WIB

Hadapi Covid-19, Trump Tanda Tangani Paket Stimulus US$2 Triliun


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani paket stimulus keuangan terbesar yang pernah ada senilai US$2 triliun ketika negara itu bergulat dengan pandemi virus korona.

DPR AS telah meloloskan RUU lintas partai itu setelah Senat memperdebatkan ketentuannya. Demokrat dan Republik di DPR yang dipimpin Demokrat menyetujui paket stimulus pada Jumat (27/3) setelah tiga jam berdebat.

"Bangsa kita menghadapi keadaan darurat ekonomi dan kesehatan dalam bagian bersejarah karena pandemi virus korona, pandemi terburuk selama lebih dari 100 tahun," kata Ketua DPR Nancy Pelosi seperti dikutip dari BBC, Sabtu (28/3).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Amerika Latin Tembus 10 Ribu

Atas persetujuan tersebut, Trump pun mengucapkan terima kasih kepada kedua pihak, Demokrat dan Republik, yang bersama-sama mengesampingkan perbedaan dan menempatkan AS sebagai yang utama.

"Ini akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk keluarga, pekerja, dan bisnis bangsa kita," kata Trump.

Undang-undang yang baru itu mencakup antara lain memungkinkan pembayaran langsung kepada individu dan perusahaan yang mata pencaharian dan bisnisnya terkena dampak pandemi.

Tepat sebelum menandatangani paket tersebut menjadi undang-undang, Trump meminta Undang-Undang Produksi Pertahanan (DPA), yang memberi presiden wewenang untuk mempercepat langkah industri swasta menciptakan barang-barang yang diperlukan untuk pertahanan nasional.

Trump mengatakan perintah itu akan mendorong General Motors (GM) untuk memproduksi ventilator medis yang sangat dibutuhkan pemerintah federal.

AS kini memiliki lebih banyak kasus virus korona yang dikonfirmasi daripada negara lain, dengan lebih dari 100.000 orang dinyatakan positif. (OL-1)

BERITA TERKAIT