28 March 2020, 02:30 WIB

Agar yang Miskin Mampu Bertahan


Marliansyah | Nusantara

APBD sejumlah daerah dipastikan cukup babak belur untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Namun, itu saja belum cukup.

Mereka juga harus memikirkan nasib warganya yang juga menderita karena wabah itu. Untuk yang terakhir, Pemerintah Kota Bengkulu memilih langkah strategis untuk membebaskan 3.000 pelanggan perusahaan daerah air minum dari tagihan selama satu tahun.

"Kebijakan itu hanya berlaku bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kami gulirkan langkah ini karena mereka merupakan golongan yang paling menderita. Tingkat perekonomian dan pendapatan warga menurun karena imbas korona," ujar Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Dia berharap upaya pemkot itu dapat meringankan dan menghibur masyarakat. Direktur PDAM Kota Bengkulu, Sjobirin Hasan, mendukung keputusan wali kota. "Pelanggan kami mencapai puluhan ribu. Kami sepakat menggratiskan 3.000 pelanggan untuk meringankan beban mereka."

Di Nusa Tenggara Timur, meski belum menemukan adanya warga terjangkit korona, Gubernur Viktor Laiskodat sudah menyingsingkan lengan. Ia menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk menanggulangi dampak korona.

"Selain rumah sakit rujukan, dinas kesehatan juga harus menyiapkan tempat perawatan lain," ujar kader Partai NasDem itu.

Di Kota Kupang, selain Rumah Sakit WZ Johannes, sebagai rujukan juga disiapkan RS milik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang baru selesai dibangun, pun Hotel Sasando, milik pemprov, dengan kapasitas 60 kamar.

"Seluruh ruangan diisi peralatan dan dipersiapkan dengan standar perawatan pasien korona," tegas Viktor.

Persiapan gedung tambahan untuk perawatan pasien korona juga dilakukan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, juga kabupaten lain.

Pertamina

Pertamina sebagai organ pemerintah juga bergegas. Bergerak di Kota Palembang, mereka menyumbangkan 30 wastafel portabel untuk ditempatkan di sejumlah pasar. "Sumbangan ini kami berikan dalam bingkai program CSR bekerja sama dengan PMI. Pertamina ikut berkontribusi dalam penanggulangan covid-19," ujar juru bicara Pertamina Sumatra Bagian Selatan, Rifqy Rakhman Yusuf.

Aksi juga dilakukan puluhan warga yang saat ini tengah belajar di Balai Latihan Kerja, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sambil latihan, mereka menjahit kain menjadi masker.

"Masker hasil produksi di BLK ini akan disumbangkan kepada masyarakat. Di tengah kelangkaan masker, kami berharap produksi BLK ini bisa meringankan beban warga," ujar Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Purwadi Setiyono.

Kemarin, 1.402 anggota Tagana Banten juga membantu meringankan tugas pemerintah. Mereka melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas publik di Lebak-Pandeglang. "Mereka terlatih untuk kerja sosial terkait kebencanaan," kata Ketua Tagana Banten Andika Hazrumy. (PO/DW/AS/WB/FB/HI/YP/FL/YH/OL/RZ/AD/CS/N-2)

BERITA TERKAIT