27 March 2020, 21:34 WIB

Dongkrak Devisa, Kadin Usulkan Presiden Buka Keran Ekspor Nikel


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan Pemerintah Indonesia untuk melakukan relaksasi di sektor Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), khususnya komoditi nikel.

Hal itu ditempuh karena kondisi ekonomi Indonesia yang terdampak karena adanya wabah virus korona (Covid-19). Sehingga perlu mengambil langkah darurat untuk menyelamatkan ekonomi negara yang terdampak.

“Dalam situasi seperti sekarang, pemerintah harus mulai berpikir untuk menggenjot sektor pertambangan dengan membuka keran ekspor ore nikel, karena hal ini bisa menghasilkan devisa,” kata Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara, La Mandi kepada Media Indonesia, Jumat (27/3).

Kebijakan lainnya yang bisa dilakukan pemerintah yakni melalui peningkatan pengiriman ore. Menurut La Mandi, Pemerintah harus memberikan dukungan, sehingga kebutuhan produksi bisa terlayani dengan baik.

“Dalam situasi seperti ini, harus ada relaksasi di sektor pertambangan, kenapa mesti malu-malu. Apalagi, berdasarkan pemberitaan yang saya baca, APBN kita saat ini mengalami defisit kurang lebih Rp450 triliun,” ujar La Mandi.

Baca juga : Pemerintah Lakukan Quantitative Easing Lewat Recovery Bond

Menurut dia, kebijakan relaksasi di sektor pertambangan tersebut bukan dalam konteks ingin mengambil keuntungan, akan tetapi untuk menyelamatkan devisa dan ekonomi negara.

“Untuk kebijakan ini, negera tidak perlu mengeluarkan anggaran. Pemerintah pusat hanya perlu mengeluarkan kebijakan relaksasi ekspor dengan limit waktu yang terbatas,” tegasnya.

Kebijakan relaksasi tersebut, bisa diterapkan selama enam bulan bahkan setahun, dengan harapan wabah virus ini segera selesai.

“Jika keran eskpor ini dibuka, saya yakin pemerintah Tiongkok pasti membeli,” pungkasnya.

Diketahui, Pandemi global virus korona menimbulkan dampak luas bagi perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu yang paling nyata, nilai tukar dollar terhadap rupiah kian tergelincir ke level Rp16 ribu. (OL-7)

BERITA TERKAIT