27 March 2020, 19:30 WIB

64 Hotel dan Objek Wisata di Kabupaten Bogor Tutup Sementara


Dede Susianti | Megapolitan

GERAKAN bersama putus mata rantai atau cegah penyebaran virus korona covid-19, dilakukan serentak oleh dunia usaha perhotelan di Kabupaten Bogor.

Per Jumat (27/3), tercatat sudah lebih dari 60 hotel dan objek wisata di Kabupaten Bogor yang memiliki tagline Bumi Tegar Beriman itu tutup dan merumahkan para pegawainya. Penutupan bersifat sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kondisi itu diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budy Sulistio.

"Sudah dari kemarin-kemarin hotel tutup. Sekarang sudah ada 60 hotel lebih yang tutup. Ini juga merupakan imbauan dari pemerintah," kata Budy.

Terkait dengan itu, lanjut Budy, pihaknya atau PHRI Kabupaten Bogor akan melakukan pembahasan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Inti pembahasannya adalah mencari bagaimana jalan keluar yang terbaik.

"Kami akan mengagendakan pertemuan dengan pemda. Rencananya kita akan membahas kondisi saat ini. Pertemuan rencananya awal bulan depan (April, red) tapi belum tahu kelanjutannya," ungkapnya.

Soal nasib karyawan, Budy mengaku menyerahkan ke pemilik hotel masing-masing.

Yusuf, pengelola Hotel Taman Aer Puncak mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan penutupan sementara sejak tanggal 16 Maret lalu. Namun pihaknya belum menentukan sampai kapan penutupan akan dilakukan.

"Kita tutup dari tanggal 16 lalu. Kalau diperhitungkan satu orang kerja 15 hari dalam satu bulan. Karyawan rolling dan sistemnya harian. Jadi yang biasa masuk satu sift 12 orang, sekarang dikurangin jadi 4 orang. Bersih-bersih dan security,"jelasnya.

Pihaknya berharap agar kondisi segera pulih. Indonesia cepat kembali seperti sedia kala dan perekonomian berjalan normal, sehingga karyawan bisa bekerja dengan stabil.

"Yang memang tiap bulan kita harus bayar. Mudah-mudahan dari pemerintah ada kelonggaran beban,"katanya.

Dia menyebut, omset perharinya sekitar Rp 15-20 juta hilang dengan adanya musibah covid-19 ini. "Ini mau menjelang ramadan, kasian karyawan. Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah untuk karyawan- karyawan yang di rumahkan sementara," pungkasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT