27 March 2020, 17:15 WIB

Stok Gula di Sulsel Tinggal buat 8 Hari, Harga Lewati HET


Lina Herlina | Nusantara

SEBULAN menjelang bulan Ramadan, Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan, termasuk gula pasir yang belakangan ini mengalami lonjakan harga dan kelangkaan di pasaran.

"Harga hari ini juga mengalami peningkatan di pasar tradisional sudah berada pada angka Rp18.000, dari harga eceran tertinggi (HET) yang hanya Rp12.500," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah, Jumat (24/3).

Baca juga: Pemkab Tuban Nyatakan 68 ODP Aman

Ia bahkan menyebutkan, stok gula pasir yang dimiliki Sulsel sekitar 3.182 ton atau hanya cukup antara delapan hingga sembilan hari. Kebutuhan konsumsi gula pasir masyarakat Sulsel setiap bulan sekitar 10 ribu ton. Dan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, akan naik sebesar 10-15%.

Baca juga: Wali Kota Tegal Ngotot Lockdown Meski Dibenci

Karenanya, Dinas Perdagangan Sulsel pun, menginstruksikan seluruh distributor di Sulsel tidak mengeluarkan sisa stok tersebut untuk diperdagangkan antarpulau.

"Kelangkaan stok gula pasir, tidak hanya terjadi di Sulsel tapi di seluruh Indonesia. Stok yang ada saat ini merupakan sisa stok melimpah di 2019," ungkap Hadi.

Baca juga: Warga Brebes Mulai Sulit Cari Jalan ke Tegal

Hal itu terjadi, lantaran musim giling baru akan dimulai pada April hingga Mei mendatang. "Jadi setelah itu stok kembali melimpah, termasuk akan ada juga impor yang dilakukan pemerintah pusat sebanyak 483.000 ton. Insyaallah nanti akan masuk yang pertama 10 ribu ton dan 2.500 ton untuk mengisi kebutuhan kita sekaligus untuk melakukan penetrasi pasar," lanjut Hadi.

Selain gula pasir, Dinas Perdagangan Sulsel juga memantau 22 item kebutuhan pokok, seperti beras, bawang putih, bawang merah, cabai, telur, dan daging. (X-15)
 

BERITA TERKAIT