27 March 2020, 09:54 WIB

Atasi Kelangkaan BLK Blora Produksi Masker Gratis


Akhmad Safuan | Nusantara

BALAI Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Jawa Tengah memproduksi masker untuk dibagikan secara gratis menyikapi kelangkaan di pasaran terkait mewabahnya persebaran Covid-19.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/3) puluhan warga dengan sebagian besar wanita tampak sibuk lakukan kegiatan di BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora. Sebagian ada yang melakukan pemotongan bahan kain dan sebagian lagi menjahit.

Sejak pagi mereka telah mulai duduk di depan mesin jahit masing-masing, tanpa menunggu pengarahan lebih lanjut mereka tekut membuat pesanan khusus, yakni masker yang saat kondisi mewabahnya persebaran Covid-19 sulit didapat di pasaran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinperinaker Blora Purwadi Setiyono mengatakan pembuatan masker ini, dilakukan dalam rangka menyikapi kelangkaan masker di pasaran seiring mewabahnya persebaran Covid-19.

"Ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Blora untuk masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemic Covid-19, semoga nanti bisa dimanfaatkan dan dapat menekan penyebaran korona," kata Purwadi Setiyono.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLK Kabupaten Blora Amik Kristanti menjelaskan bahwa masker yang diproduksi itu, akan dibagikan secara gratis kepada warga di tengah kesulitan mendapatkan di pasaran terkaut merebaknya virus korona saat ini.

Masker produksi BLK Blora tersebut, lanjut Amik Kristanti, menggunakan bahan kain oxford dan bahan bahan sisa pelatihan yang bisa digunakan.

"Awalnya kita menargetkan 1000 masker, namun dalam tiga hari ini sudah dapat 1030 masker yang siap dibagikan," tambahnya.

Poduksi masker ini, ujar Amik, merupakan arahan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)yang meminta seluruh BLK binaannya memproduksi masker untuk kegiatan sosial dengan dibagikan secara gratis kepada warga.

baca juga: Salat Jumat Ditiadakan di Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Masker produjsi BLK Blira ini, demikuan Amik Kristanti, dibuat dengan bahan dan dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk kesehatan, sehingga masker itu aman dan bisa melindungi diri dalam mencegah penularan virus covid-19. Dengan produksi masker secara mandiri ini, ungkapnya, diharapkan dapat mengurangi keresahan masyarakat dalam pencegahan dan penyebaran virus korona yang saat ini sedang mewabah. 

"Semoga dengan langkah ini tidak ada orang yang terinfeksi virus yang berbahaya itu," tambahnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT