27 March 2020, 09:35 WIB

Buruh Tolak Wacana Pemangkasan THR Sebanyak 50% Akibat Covid-19


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BURUH menolak wacana yang dikembangan pengusaha terkait pembayaran THR hanya setengah karena perekonomian sedang sulit akibat pandemi virus korona (Covid-19). Menurut mereka, THR merupakan hak buruh setiap hari raya sehingga wajib diberikan secara penuh selambat-lambatnya H-7 lebaran.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz.

Menurutnya, sampai saat ini, masih banyak pabrik yang berjalan normal. Karena itu, wacana pengusaha yang hanya bisa memberikan THR sebesar 50% telah mengusik rasa keadilan.

Baca juga: Perbankan Mulai Berlakukan Restrukturisasi Kredit UMKM

"Masih banyak yang produksi seperti biasa. Buruh masih tetap bekerja. Kok tiba-tiba bilang hanya sanggup bayar THR setengah," ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Jumat (27/3).

"Kami minta diliburkan saja belum direspon, ini malah menambah lagi masalah. Jangan mengorbankan buruh di masa sulit ini. Kami (buruh) bukan tumbal krisis," lanjut Riden.

Berbagai kemudahan akan diberikan pemerintah kepada pengusaha agar tetap bisa bertahan dalam situasi sulit ini. Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan baru-baru ini, kepada pengusaha akan diberi insentif pajak, kemudahan impor, pelonggaran jadwal setoran pajak korporasi, atau percepatan pengembalian restitusi.

Karena itu, buruh dengan tegas menolak kalau pengusaha masih saja memangkas THR buruh.

"Lagi pula THR adalah kewajiban pengusaha setiap tahun. Dengan demikian, seharusnya sudah sejak lama disiapkan anggarannya," tegas pria yang duduk di Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT