27 March 2020, 09:00 WIB

Perbankan Mulai Berlakukan Restrukturisasi Kredit UMKM


MI | Ekonomi

PERBANKAN mulai melakukan upaya relaksasi kredit usaha mikro dan kecil sebagai bagian dari stimulus countercyclical yang diberikan OJK kepada pelaku industri perbankan

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan perseroan telah menerbitkan kebijakan internal yang meng akomodasi kebijakan di atas.

“BRI juga memberikan ke mudahan bagi debitur yang terdampak virus korona mela lui berbagai skema restrukturisasi, di antaranya penyesuaian suku bunga pinjaman, pengurangan tunggakan bunga dan/atau denda/penalti, serta perpanjangan jangka waktu pinjaman (rescheduling),” ujar Sunarso.

Khusus untuk usaha skala mikro, lanjutnya, BRI mem liki skema restrukturisasi lain berupa penundaan pembayaran cicilan pokok bulanan selama maksimal satu tahun.

Selain itu, BRI telah menyiapkan skema restrukturisasi bagi debitur yang menikmati fasilitas kredit konsumer BRI, yakni kredit pemilikan properti (KPP) dan kredit kendaraan bermotor (KKB),” imbuhnya.

Di lain pihak, Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan khusus berupa relaksasi dalam pembayaran angsuran dan perpanjangan jangka waktu pinjaman bagi pelaku UMKM yang terdampak covid-19, termasuk penyesuaian suku bunga.


“Kebijakan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bank dan mengacu pada kebijakan OJK,”
kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi
dalam siaran persnya.

Bank Mandiri, kata dia, memiliki portofolio kredit segmen UMKM sebesar Rp103 triliun pada Februari 2020, atau tumbuh 10,9% dari periode yang sama tahun lalu.

Komitmen Bank Mandiri terhadap UMKM, lanjut Hery, sangat kuat karena sektor itu saat ini merupakan sektor utama yang akan didorong sebagai motor pertumbuhan dana dan kredit bank BUMN itu dalam lima tahun ke depan.

Dalam kaitan mendukung operasional perusahaan, Bank Mandiri mendorong penggu naan Mandiri Cash Management (MCM). Nilai transaksi
MCM per Februari mencapai Rp1.303 triliun atau naik 16%.

“MCM semakin diminati para pelaku usaha. Terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga menca-
pai 450 ribu perusahaan,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan.

MCM, lanjutnya, membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari mana pun dan kapan pun, serta ditunjang fitur yang memudahkan korpo rasi mengelola dan memantau aktivitas keuangan saat wabah covid-19 merebak. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT