27 March 2020, 07:05 WIB

Sudjiatmi Ingin Hartanya Diwakafkan


WJ/Cah/Ind/Pra/Des/Dhk/X-3 | Humaniora

RIBUAN karangan bunga di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, Sumber, Solo, menjadi saksi penghormatan untuk almarhumah ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo, sebelum menuju peristirahatan terakhir.

Bunga dukacita dari pejabat negara, tokoh politik, tokoh publik, dan tokoh agama itu seakan mewakili ketidakhadiran mereka.

Sudjiatmi mengembuskan napas terakhir di RS Tentara Slamet Riyadi Solo, Rabu (25/3) sore, setelah berjuang melawan kanker tenggorokan selama empat tahun. Kemarin, almarhumah dimakamkan di permakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Karanganyar.

Almarhumah yang lahir 15 Februari 1943 itu memiliki empat anak, yakni Joko Widodo, Iit Sriyantini, Idayati, dan Titik Ritawati. Selain itu, almarhumah juga dikaruniai 9 cucu dan 3 cicit.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang datang melayat kemarin, sempat berbincang-bincang dengan anggota keluarga di rumah duka. “Alhamdulillah, saya bertemu putri beliau. Wasiat ibunda Pak Jokowi sangat istimewa. Pertama, beliau meminta putra-putrinya tetap menjalin silaturahim dengan semua teman almarhumah. Kedua, beliau pesan kalau ada sisa rezeki dan harta, tolong diwakafkan untuk masjid,” kata Khofifah.

Presiden Jokowi melarang para menteri dan pejabat negara melakukan takziah ibundanya. Hal itu bentuk konsistensi dari kebijakan physical distancing (jaga jarak fisik) dalam rangka mencegah penyebaran wabah covid-19.

“Saya tahu Pak Jokowi tidak enak meminta orang tidak melayat langsung. Namun, beliau mengumumkan, dalam rangka physical distancing, beliau meminta masyarakat tidak bertakziah ke rumah duka,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD, kemarin.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden juga sedang menyiapkan diri untuk mengikuti Sidang Pimpinan KTT G-20 melalui
videoconference kemarin malam. “Presiden tetap hadir dan menyampaikan semua pandangannya dari Istana Bogor,” ungkap Pramono. (WJ/Cah/Ind/Pra/Des/Dhk/X-3)

BERITA TERKAIT