27 March 2020, 06:10 WIB

Italia Kewalahan Tangani Jenazah Korban Covid-19


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEBUAH kota di Italia yang menjadi pusat wabah virus korona (Covid-19), Kamis (26/3), terpaksa mengirimkan jenazah-jenazah korban virus itu ke kota tetangga untuk dikremasi saat korban tewas di 'Negeri Piza' itu melewati angka 8 ribu.

Pejabat di ibu kota Italia, Roma, melaporkan 662 kematian baru dan 6.153 kasus baru virus korona.

Jumlah korban tewas itu menjadi yang terendah sepanjang krisis virus korona melanda Italia, 8,8%, dengan rata-rata kasus infeksi sekitar 8% selama empat hari terakhir.

Baca juga: Prancis Laporkan 365 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Tidak menurunnya persentase kasus infeksi baru itu menyebabkan warga Italia menyadari bahwa lockdown selama 2 pekan tidak memadai untuk menghilangkan virus korona.

"Hingga angka itu jatuh, kita akan melanjutkan melakukan pengorbanan-pengorbanan besar," ujar Wakil Kepala Perlindungan Sipil Italia Agostino Miozzo.

Jumlah korban tewas akibat virus korona di Italia kini 8.165, lebih banyak dari Tiongkok, tempat virus itu pertama kali muncul pada Desember lalu.

Banyaknya korban tewas di Kota Bergamo, kota yang menjadi pusat wabah virus korona di Italia, menyebabkan mereka mengirimkan jenazah ke kota tetangga untuk dikremasi.

"Banyaknya korban tewas menyebabkan krematorium Bergamo tidak sanggup mengatasinya sendiri," aku Wali Kota Bergamo Giorgio Gori.

Gori mengatakan kota itu telah menerima kembali 113 tabung abu yang dikirimkan dari kota tetangga yang membantu melakukan kremasi. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT