27 March 2020, 05:43 WIB

Harga Minyak Jatuh Lagi, Permintaan Kian Mencemaskan


Antara | Internasional

HARGA minyak jatuh lagi lebih dari satu dolar per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah sehari sebelumnya sempat menguat, karena meningkatnya jumlah pembatasan terkait virus korona, pada perjalanan memangkas permintaan bahan bakar global.Harapan atas paket stimulus AS dua triliun dolar akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang sehari sebelumnya mampu mengangkat harga minyak,tampak mulai diabaikan lagi.
  
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan minyak di seluruh dunia bisa turun sebanyak 20 juta barel per hari atau 20 persen dari total permintaan, ketika tiga miliar orang saat ini berada di bawah perintah tinggal di rumah karena wabah virus korona. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk engiriman Mei jatuh 1,89 dolar AS atau 7,7 persen menjadi menetap pada 22,60 dolar AS per barel. Harga Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei merosot 1,05 dolar AS
atau 3,8 persen menjadi ditutup di 26,34 dolar AS per barel. Kedua kontrak turun sekitar 60 persen sejauh tahun ini.
  
Guncangan ganda pandemi virus korona serta lonjakan pasokan dari Arab Saudi dan Rusia, setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan untuk membatasi pasokan telah mengguncang pasar minyak mentah, yang telah kehilangan sekitar setengah nilainya pada Maret.
  
"Dengan permintaan anjlok 20 persen atau lebih secara global, ini setara dua kali produksi Arab Saudi yang perlu dihentikan untuk mencoba menyeimbangkan pasar ini,"  kata John Kilduff, mitra di Again Capital, New York.
  
Minyak berjangka AS terutama lebih lemah dari patokan minyak mentah internasional Brent. Departemen Energi AS membatalkan rencana untuk membeli minyak mentah domestik buat Cadangan Minyak Strategis (SPR) setelah dana tidak dimasukkan dalam paket stimulus yang lebih luas.
  
"Ada asumsi tertentu bahwa itu akan terjadi sehingga Anda memiliki penyokong, pada tingkat tertentu, yang tidak ada untuk patokan internasional" kata Direktur Berjangka Mizuho,Bob Yawger di New York.
  
Senat AS dengan suara bulat meloloskan rancangan undang-undang paket stimulus dua triliun dolar yang bertujuan membantu pekerja dan industri yang terpukul dampak pandemi Virus Corona, dan mengirim undang-undang tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat. DPR diharapkan memberikan suara pada Jumat. RUU paket stimulus AS sebesar dua triliun tersebut tidak banyak membantu meredakan kegelisahan investor.

baca juga: Bendung Korona, Rusia Hentikan Semua Penerbangan Internasional
  
Perusahaan-perusahaan minyak dan gas terkemuka di dunia telah memotong pengeluaran sekitar 20 persen, sementara kilang-kilang minyak memangkas tingkat operasi karena permintaan yang melambat. Petrobras dari Brazil mengatakan akan menekan kembali produksi jangka pendek sebesar 100.000 barel per hari, menunda pembayaran dividen dan memangkas rencana investasi 2020. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT