26 March 2020, 22:54 WIB

Tanah Longsor Putus Akses ke Dua Kecamatan di Merangin.


Solmi | Nusantara

TANAH longsor terjang Desa Kota Rami, Kecamatan Lembah Masurai dan Desa Pematang Pauh, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Jambi, Kamis (26/3) pagi, akibatnya dua warga tertimbun serta akses jalan dari Kota Bangko (ibu kota  Kabupaten Merangin) menuju Kecamatan Lembah Masurai dan Kecamatan Jangkat Timur terputus.

Beberapa titik badan jalan yang merupakan akses penghubung satu-satunya ke Kota Bangko, tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor
karena tertutup timbunan tanah bercampur patahan pepohonan.

''Bagaimana mau lewat, longsornya tebal nian. Untuk mobil tidak bisa sama sekali lewat. Kalau motor, masih bisa lolos setelah diangkat
ramai-ramai,'' kata Endra pengendara mobil pribadi yang dalam perjalanan dari bangko menuju Lembah Masurai.

Tidak hanya di Lembah Masurai, terdampak tingginya curah hujan dua hari belakangan, bencana tanah juga melanda Kecamatan Jangkat Timur. Longsor terparah terjadi di Desa Pematang Pauh. Bahkan dua warga setempat dilaporkan tertimbun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Merangin Akmal Zen membenarkan peristiwa tanah longsor di dua kecamatan tersebut. Tim BPBD dibantu masyarakat dan instansi teknis terkait sudah dikerahkan untuk membersihkan timbunan longsor di dua wilayah tersebut.

Terkait dua korban yang tertimbun, Akmal belum mendapatkan data rinci tentang identitas dan lokasi kejadian. Namun dari laporan yang
diterima tim BPBD, satu dari warga yang tertimbun berhasil ditemukan dalam keadaan pingsan.

Sementara itu, akibat banjir kiriman dari wilayah hulu Sub-DAS Batanghari -- Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, beberapa desa
di Kecamtan Batang Asai, dan Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, diterjang banjir luapan Sungai Batang Asai.

Satusan rumah warga yang berada di dekat bantaran sungai dilaporkan terendam air setinggi lutut orang dewasa. Selain menggenangi
permukiman warga dan akase jalan umum, banjir berarus deras juga merusak puluhan hektare areal pertanian warga. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT