27 March 2020, 03:00 WIB

Pemprov Jabar Subsidi Warga Miskin selama Covid-19


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan memberikan subsidi bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus korona (covid-19). Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban hidup masyarakat, terutama kalangan tidak mampu.

Hal ini disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) usai menggelar rapat bersama DPRD Jabar, di Gedung Sate, Bandung, Jabar, Kamis (26/3).

Emil mengatakan penyebaran virus korona di Tanah Air sudah berdampak pada terganggunya perekonomian masyarakat. Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar dan Universitas Padjajaran, warga Jabar yang terdampak pandemik covid-19 mencapai satu juta jiwa.
Mereka masuk kategori rawan miskin karena kehilangan penghasilan akibat wabah virus korona saat ini.

“Dampaknya covid-19 ini ada satu juta orang yang harus diberi bantuan. Mereka tadinya normal, punya penghasilan, tiba-tiba jadi tidak punya penghasilan,” ujar Emil didampingi Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat.

Menurut Emil, pihaknya bersama dengan DPRD Jabar menyepakati anggaran Rp5 triliun untuk subsidi warga terdampak covid-19. Nantinya, setiap kepala keluarga menerima bantuan Rp500 ribu setiap bulan.

“Rp500 ribu itu sepertiganya cash (uang tunai), dua perti­ganya barang berupa sembako (kebutuhan pokok) dan yang berbentuk pangan,” jelasnya.

Emil menambahkan pada tahap pertama, bantuan diberi­kan untuk dua bulan pertama. Jika masih dirasa perlu akibat belum redanya wabah covid-19, pihaknya kembali menggelontorkan APBD untuk bantuan tersebut.

“Pertama, minimal dua bulan. Jika ada dinamika, kita bikin kesepakatan lagi. Bantuannya kita perpanjang untuk empat bulan,” paparnya.

Kalau selama empat bulan ke depan wabah covid-19 belum berakhir, Emil memastikan pihaknya sudah menyiapkan program lain untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan menggenjot proyek-proyek pemerintah agar lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut Emil, setidaknya ada proyek padat karya senilai Rp13 triliun yang melibatkan lebih banyak masyarakat sebagai tenaga kerja. “Jadi warga yang tiba-tiba jadi pengangguran setelah tanggap darurat (wabah virus korona), akan dipekerjakan di proyek pemerintah,” tuturnya.


Minggu depan

Saat disinggung bagaimana teknis pemberian subsidi itu, Emil mengaku masih akan membahasnya bersama DPRD dan unsur terkait lainnya di Jabar. Dia hanya menjelaskan bantuan ini untuk warga kurang mampu yang selama ini tidak dijamin pemerintah pusat melalui program kartu sembako.

Karena itu, pihaknya akan bergerak agar subsidi dapat segera diterima masyarakat.
“Akan menyalurkan ke warga mulai minggu depan. Insya Allah ketanggapan Pemprov Jabar bisa diapresiasi,” ucapnya.

Emil pun mengakui subsidi ini berasal dari sejumlah realokasi anggaran sehingga diperbolehkan secara aturan dan perundang-undangan. “Sesuai arahan Presiden (Joko Widodo). Anggarannya dari menghemat perjalanan dinas, menggeser peruntukan dana desa, serta anggaran proyek yang tak signifikan, yang tidak berhubungan langsung dengan rakyat,” jelasnya.

Mantan wali kota Bandung­ ini pun mendorong 27 pemkab/pemkot memberikan subsidi serupa sesuai kemampuan daerah sehingga beban hidup masyarakat bisa lebih terbantu.

Emil juga mengimbau pem­kab/pemkot di Jabar untuk mempercepat belanja APBD agar proyek-proyek pemerintah bisa berjalan dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. (BY/S3-25)

 

BERITA TERKAIT