26 March 2020, 21:40 WIB

Lembata Rekrut Tenaga Out Sourching Lawan Covid-19


Alexander P. Taum | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai merekrut tenaga out Sourching guna menambah barisan garda terdepandalam penanganan covid-19 di wilayah itu.

Selain itu, Pemkab setempatpun mulai mempersiapkan ruang isolasi di seluruh Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Pulau Lembata.

‘’Sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19 yang di tunjuk Gubernur NTT,  kita perlukan ruang isolasi untuk menangani pasien positip covid-19, selain peralatan medis dan APD. Saya sudah perintahkan Sekda untuk segera berkoordinasi untuk persiapkan ruangan isolasi itu,’’ ujar Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Kamis (26/3).

Dikatakan, jika ODP sudah menjadi PDP atau sudah suspect dapat segera laporkan kepada rumah sakit rujukan nasional. Namun begitu, sebagai kabupaten satu pulau, sangat di Perlukan ruang isolasi di RS dan Puskesmas.

‘’Selain ruang isolasi wajib kita siapkan tenaga medis. Jumlah tenaga medis kita harus disiapkan. Jadi begitu datang pasien datang dalam jumlah bayak, tenaga medis sudah kita persiapkan, termasuk APD, bagi tenaga medis di tiap RS dan Puskesmas. Kita juga perlu koordinas dengan Kemenkes melalui Propinsi,’’ ujar Bupati Sunur.

Perekrutan outsourching bagi tenaga medis tersebut dilaksanakan bagi perawat atau siapapun yang memiliki ijazah kesehatan berbagai jurusan, antara lain D III Keperawatan, S1 Keperawatan+ nurse dengan melampirkan surat   tanda registrasi dan surat pengalaman kerja bagi yang memiliki.

Bupati Sunur mengatakan, para relawan out sourching itu memiliki masa kerja dua bulan dan dapat di perpanjang sesuai kebutuhan daerah.

Sementara itu, Data yang dirilis Satgas Percepatan penanganan Covid-19 di Lembata menunjukan, tiga dari 12 ODP Covid-19 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dinyatakan Sembuh. Sedangkan sembilan lainnya berstatus dalam pemantauan. Ketiga pasien suspect covid-19 itu di rawat di RSUD Lewoleba dan sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama tujuh hari. (OL-2).

 

BERITA TERKAIT