26 March 2020, 21:08 WIB

Didesak Potong Gaji, Pimpinan KPK: Anggaran Pemerintah Cukup


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

WAKIL Ketua KPK Nawawi Pomolango menanggapi usulan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang meminta agar gaji para pimpinan KPK didonasikan untuk korban virus korona (COVID-19). Nawawi mengaku tetap menghormati pihak-pihak yang terus menyoroti kinerja KPK meski di tengah wabah virus Corona.

"Pertama salut setingginya kepada beliau, karena dalam situasi seperti ini (musibah wabah virus ini) beliau masih 'keukeuh' menyoroti kinerja pimpinan KPK (bukan bicara soal pemberantasan korupsi). Hanya saja mungkin beliau tak terlalu menyimak seksama, di mana hal yang seharusnya diberi perhatian sehubungan dengan wabah ini," kata Nawawi kepada wartawan (26/3).

Menurutnya, yang dibutuhkan untuk penanganan wabah virus korona saat ini bukan hanya sekadar tentang bantuan anggaran. Jika terkait anggaran, lanjutnya pemerintah Indonesia masih sangat siap.

"Kalo soal anggaran dalam penanganan virus Covid-19 ini, sebenarnya pemerintah masih sangat siap dan berkemampuan. Bahkan kementerian lembaga juga sudah dipersilahkan mereview anggarannya untuk penanganan wabah virus ini," ujar Nawawi.

Terlebih lagi, Nawawi mengatakan ada berbagai aturan yang memudahkan pemerintah untuk melakukan penanganan wabah virus korona ini. Salah satunya, terkait pengadaan barang dan jasa di kondisi darurat sebagaimana Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dan Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2018.

"Jadi persoalannya bukan di sisi anggaran, yang dibutuhkan saat ini adalah tekad semangat bersama anak bangsa menghadapi pandemi Covid-19 ini. Saya jadi curiga jangan-jangan karena adanya wabah ini banyak yang kehilangan panggung yang menjadikannya membutuhkan bantuan. Kalau insya Alllah saya dan teman-teman pimpinan lainnya, siap aja sih," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, ICW meminta para pimpinan KPK ikut terlibat dalam penanganan wabah virus korona. ICW mengusulkan para pimpinan KPK mendonasikan seluruh penghasilannya untuk membantu penanganan wabah ini.

"Kami mengusulkan pimpinan KPK untuk terlibat dalam mendonasikan penghasilannya bagi korban terdampak wabah Covid-19. Jika sejumlah pihak lain berkomitmen memotong gajinya sebesar 30% atau 50% untuk berkontribusi, kami mengusulkan pimpinan KPK sebaiknya memberikan 100% gajinya," kata peneliti ICW, Donal Fariz, kepada wartawan (26/3).

Pasalnya, Donal menilai kinerja pimpinan KPK era Firli Bahuri dkk dalam 100 hari pertama tak memuaskan. Selain itu, Donal menyebut kini kepercayaan publik kepada KPK turun drastis akibat belum terlihat keseriusan dari KPK memberantas korupsi.(OL-4)

BERITA TERKAIT