26 March 2020, 19:45 WIB

Dua Pekan Work From Home, Konsumsi Listrik Jakarta Turun 19%


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

 

Dua pekan  pelaksanaan bekerja dari rumah atau work from home (WFH),  pemakaian konsumsi listrik di DKI Jakarta turun hingga 19%.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengungkapkan bahwa secara keseluruhan konsumsi daya termasuk industri dan bisnis dari dua pekan lalu turun hingga 19%.

"konsumsi listrik perkantoran, mall dan hotel serta industri turun signifikan," ucap Ikhsan saat dihubungi, Kamis (26/3).

Penurunan pemakaian listrik sebesar 944 Mega Watt (MW) dihitung sejak 9 Maret 2020 yaitu 5047 MW dibandingkan dengan kondisi 23 Maret 2020 yaitu 4103 MW.

"Banyak pelaku bisnis yang menerapkan WFH menjadi salah satu pemicu turunnya beban listrik di Jakarta dan sekitarnya," ujar Ikhsan.

Pemakaian listrik di Jakarta dan sekitarnya tertinggi terjadi pada siang hari dimana sektor bisnis dan industri beroperasi. Kebijakan WFH tidak mengubah pola beban puncak pemakaian listrik tetap di siang hari, meskipun saat ini mengalami penurunan.

Sementara, pemakaian listrik tertinggi pada pemukiman terjadi pada golongan R3 dengan tegangan menengah daya besar naik 10,17%. Meski begitu konsumsi listrik di pemukiman masih dalam proses billing.

"Yang rumah tangga R1 dan R2 belum selesai proses baca meter mandiri atau billing, karena masih ada pelanggan pascabayar yang masih diproses sampai dengan 31 Maret nanti," ujarnya.

"Kalau khusus dari sisi rumah tangga baru bisa nanti dilihat datanya tanggal 1 April 2020 karena proses billing untuk pelanggan pasca bayar belum selesai," imbuhnya. (E-1)

BERITA TERKAIT