27 March 2020, 01:30 WIB

RS Darurat di Kantor Elang Group


MI | Nusantara

SAAT Kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh daerah zona merah penjangkitan korona, Elang Gumilang bergerak. CEO Elang Group itu bersedia membantu meringankan beban Pemerintah Kota Bogor.

“Kami mendonasikan penggunaan gedung kantor berlantai 4 milik perusahaan untuk dijadikan rumah sakit darurat. Kami juga menyumbang dana untuk penanganan korona yang dilakukan Pemkot Bogor sebesar Rp100 juta,” ujar Elang, yang menemui Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama CEO Manakib Realty Hamzah Muhammad Ali, kemarin.

Penyerahan bantuan dilakukan di rumah dinas Wali Kota Bogor. Dedie didampingi Sekda Kota Bogor Ade Syarif dan Direktur Utama RSUD Ilham Chaidir.

“Kami mengimbau pengusaha untuk ikut meningkatkan kepedulian kepada masyarakat. Semoga ini jadi contoh dan patut kami apresiasi,” ujar Wakil Wali Kota.

Elang menyatakan wabah korona sudah menyangkut kemanusiaan dan telah menjadi masalah bersama. “Karena itu saya ingin berkontribusi, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk mengobati orang yang sakit dengan sedekah.”

Sementara Hamzah mengajak warga untuk menyebarkan virus positif yaitu kepedulian di lingkungan. “Tetap patuh atas imbauan pemerintah, insya Allah korona akan kita kalahkan.”

Di masa sulit ini, Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, juga ikut mengambil langkah berani. Mereka mendonasikan 50% dari biaya pendaftaran mahasiswa baru untuk penanggulangan covid-19. Biaya tersebut dapat dipergunakan untuk pembelian alat pelindung diri tenaga medis, yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah.

“Ini bentuk aktualisasi slogan UMP untuk Indonesia. Kekurangan APD yang bisa membahayakan tenaga medis harus ditanggulangi bersama masyarakat,” ujar Rektor UMP Anjar Nugroho.

Setiap tahun, kampus ini rata-rata menerima 4.000 pendaftar baru, dengan biaya pendaftaran Rp400 ribu. Diperkirakan, untuk korona, UMP bisa menyumbang sekitar Rp800 juta.

Bantuan juga dialirkan organisasi sosial kemanusiaan Lions Club Klaten Seruni Host dan Lions. Mereka memberikan bantuan sarana cuci tangan pakai sabun di Pasar Gede Klaten, Jawa Tengah.

Bantuan diserahkan Ketua Daerah II B Lions, CA Tersierra Rosa kepada Kepala Pasar Badaruddin. “Kami mendukung pemerintah kabupaten dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus korona. Sarana ini untuk digunakan para pedagang dan pengunjung pasar tradisional,” ujar Rosa.

Kegiatan ekonomi di pasar tradisional ini tidak dihentikan. Ada 1.100 pedagang yang bergerak, dan ribuan warga sekitar sebagai konsumennya. “Tempat cuci tangan penting guna mencegah penyebaran virus. Pedagang dan warga yang datang, kami imbau untuk sering cuci tangan dengan sabun,” tutur Badaruddin. (DD/LD/JS/N-2)

BERITA TERKAIT