27 March 2020, 01:00 WIB

Pemilihan Wagub DKI Beraroma Politis


MI | Megapolitan

KEPUTUSAN DPRD DKI untuk menggelar pemilihan calon pendamping Gubernur Anies Baswedan pada 6 April mendatang terkesan politis. Dewan pun seolah tidak peduli dengan realitas mewabahnya virus korona baru (covid-19) di Ibu Kota.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, mengatakan posisi wagub saat ini tidak terlalu penting. Menurutnya, fokus gubernur tidak terbagi pada banyak masalah melainkan hanya pada penanganan virus korona.

“Tidak urgent menurut saya posisi wagub. Apalagi saat ini seluruh jajaran SKPD turun penuh membantu. Ada sekda juga. Saya rasa ini cukup,” kata Trubus, kemarin.

Selain itu, terang dia, sikap DPRD DKI juga tidak senapas dengan kebijakan Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat yang gencar mengimbau agar publik mengurangi kegiatan dan tidak membuat kerumunan massa.

Trubus justru mencurigai ada maksud tersembunyi terkait penetapan hari pemilihan. Ia menyarankan agar anggota DPRD konsentrasi membantu masyarakat mengurangi efek domino mewabahnya virus tersebut.

“Saya mengendus ada agenda tersembunyi. Apalagi aroma politiknya kuat sekali. Saya menduga salah satu partai dari dua kandidat sangat ingin mengamankan posisi wagub untuk tujuan yang lebih jauh,” kata dia.

Kemarin, DPRD DKI lewat rapat Badan Musyawarah (Bamus) sepakat menggelar pemilihan Wagub DKI pada 6 April 2020.

Ketua Panitia Pemilihan Wagub DKI Farazandhi menyebut posisi wagub penting untuk membantu gubernur dalam situasi genting.

Senada dikemukakan Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani. Menurut dia, dewan siap menanggung risiko ancaman covid-19 demi mendapatkan pendamping Anies Baswedan.

“Kami bukan mau pesta, kondangan atau gelar konser. Ini gelar pemilihan untuk wakil Pak anies. Apalagi kami mengorbankan keselamatan demi tugas yang sudah diamanatkan dalam UU. Kalau tugas negara, harus siap,” ujar Zita.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, menambahkan pihaknya akan membatasi orang-orang yang hadir untuk melihat langsung pemilihan itu.

“Jumlahnya di bawah 200 orang, Pembatasan untuk menjaga social distancing,” tutup Taufik. (Put/Ins/J-3)

BERITA TERKAIT