26 March 2020, 16:56 WIB

Panlih Akan Gelar Tanya Jawab Cawagub Via Telekonferensi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PANITIA Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta harus memutar otak guna tetap bisa menyelenggarakan pemilihan wagub DKI setransparan mungkin di tengah mewabahnya virus korona atau Corona Virus Disease (Covid-19).

Salah satu tahapan yang harus dijalankan dalam rangkaian pemilihan wagub DKI Jakarta yakni penyampaian visi dan misi serta tanya jawab kandidat wagub DKI.

Ketua Panlih Wagub DKI Jakarta Farazandhi menyebut ingin mendorong pelaksanaan tanya jawab itu dengan metode telekonferensi.

"Jadi kemungkinan akan ada yang kita pecah mekanismenya. Pertama visi misi dan tanya jawab akan kami selenggarakan mungkin dengan bantuan teknologi," kata Farazhandi saat ditemui usai rapat Badam Musyawarah di Gedung DPRD DKI, Kamis (26/3).

Pembahasan mengenai penggunaan telekonferensi ini akan dilakukan lebih detil di internal panlih. Hal ini dilakukan untuk mengefisienkan waktu di tengah wabah Covid-19.

Baca juga Tok! DPRD Sepakat Pemilihan Wagub DKI Digelar 6 April

Proses tanya jawab dengan demikian bisa dilakukan di hari yang terpisah dengan paripurna pemilihan wagub yang dilanjutkan dengan mekanisme penghitungan suara. Hal ini dilakukan karena rapat paripurna dibatasi durasinya hanya dua jam saja.

Farazandhi menegaskan upaya ini tidak bertentangan dengan tata tertib (tatib) yang sudah dirumuskan sebelumnya.

"Jadi pas paripurna fokusnya hanya kepada pemilihan, pemungutan suara, dan perhitungan. Tidak bertentangan dengan tatib. Kami tetep mengacu dengan tatib. Kami laksanakan semua tapi ini memang butuh penyesuaian dan inovasi dari panlih juga," papar politikus PAN itu.

Dalam Bamus yang dilangsungkan siang ini ditetakan pemilihan wagub DKI dilakukan usai masa tanggap darurat Covid-19 yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selesai yakni pada 6 April. Masa tanggap darurat Covid-19 dari Pemprov DKI Jakarta berakhir pada 5 April.

Sementara itu ada dua cawagub yakni Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT