26 March 2020, 16:40 WIB

Pemerintah Perlu Turunkan Tarif Listrik


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) usulkan pemerintah untuk menurunkan tarif listrik kepada warga, terutama  yang mendapatkan penghasilan harian. Hal itu secara ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat, khususnya untuk masyarakat rentan, yang pendapatannya berbasis harian.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan pemerintah harus memikirkan kelompok ini dan sudah seharusnya pemerintah memberikan kompensasi agar daya beli mereka tidak tergerus mengingat wabah virus korona atau Covid-19 statusnya sudah pandemi.

"Terkait dengan hal itu, YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA, bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA," kata Tulus kepada Media Indonesia, Kamis (26/3).

Diketahui, struktur tarif berdasar keekonomiannya non subsidi berkisar Rp1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp100 per kWh.

Adapun masa penurunan yang diharapkan selama 3 hingga 6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah Covid itu sendiri.

"Terlebih harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun, sehingga momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Baya Pokok Penyediaan (BPP) listrik," jelas Tulus.

Dengan begitu dirinya berharap bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus korona. (E-1)

BERITA TERKAIT