26 March 2020, 15:43 WIB

Sakit Tenggorokan belum Tentu Korona. Ini Penjelasannya


Galih Agus Saputra | Weekend

APAKAH  beberapa waktu belakangan ini Anda kerap merasa gatal di tenggorokan, nyeri, dan merasa agak sedikit meriang meski suhu tubuh normal? Kata Dr. Andri,SpKJ,FAC, hal itu wajar terjadi, terlebih di musim pandemi korona yang sedang dilewati banyak orang seperti saat ini.

"Reaksi psikosomatik tubuh saat ini memang terasa," katanya, seperti tertulis di laman akun Twitter, @mbahndi.

Psikomatik sendiri, sebagaimana disitir laman Alodokter adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh. Secara etimologi, ia berasal dari dua suku kata yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma).

Salah satu yang membuat kondisi atau reaksi seperti di atas bisa muncul, lanjut Dr. Andri, ialah kecemasan berlebih seseorang yang dipicu oleh sekian banyaknya berita yang dibaca orang tersebut terkait virus korona (Covid-19).

"Amygdala atau pusat rasa cemas sekaligus memori kita jadi terlalu aktif bekerja, akhirnya kadang dia tidak sanggup mengatasi kerja berat itu," imbuhnya.

Menurut Dr. Andri, amygdala yang bekerja berlebihan juga mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan. Seseorang lantas selalu dalam kondisi siaga terus-menerus, yang mana dari ketidakseimbangan ini lah kemudian gejala psikosomatik itu muncul. Ia menjadi semacam reaksi bagi tubuh untuk siap siaga menghadapi ancaman.

Amygdala sendiri, menurut penulis buku 'Ada Apa Dengan Otak Tengah', Nia Haryanto adalah bagian dari otak yang bentuknya menyerupai biji almond. Ia termasuk dalam sistim limbik (salah salah satu himpunan struktur otak), yang mana fungsinya untuk mengatur emosi, kegelisahan, dan ketakutan.

Lantas, jika Anda tidak nyaman dengan kondisi ini, bagaimana cara mengatasinya? Menurut Dr. Andri gejala psikosomatik akibat amygdala di musim korona bisa dikurangi dengan membatasi (atau menyaring) informasi terkait Covid-19 itu sendiri.

"Lakukan hal lain selain browsing, lakukan hobi yang menyenangkan dan sebarkan optimisme kita bisa lewati semua ini," tuturnya.

Namun begitu, jika kondisi itu terus berlanjut, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikiater. Dokter umum pada dasarnya juga dapat membantu mengatasi masalah, hanya saja dunia medis tidak hanya fokus pada gejala fisik, tetapi juga menyentuh berbagai macam elemen lainnya, tak terkecuali kondisi mental maupun sosial. (M-4)

BERITA TERKAIT