26 March 2020, 14:08 WIB

Cegah Covid-19, Jaksa Agung Minta Sidang Melalui Telekonferensi


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

JAKSA Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin meminta Kepala Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia untuk melakukan sidang melalui telekonferensi.

Sehingga, proses penegakan hukum tetap berjalan di tengah pandemi virus korona (Covid-19). "Saya tantang Kejaksaan Tinggi se-Indonesia dapat berkoordinasi dengan jajaran pengadilan dan lapas di daerah. Caranya dengan menggunakan video conference," ujar Burhanuddin dalam keterangan resmi, Kamis, (26/3).

Dia pun meminta Kejaksaan Tinggi yang sudah melaksanakan hal itu segera melapor. “Bagi Kejaksaan Tinggi yang sudah berhasil menggelar sidang melalui video conference, segera melapor ke saya untuk kemudian diterapkan di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: PMI Siapkan 2.000 Personel Semprot Disinfektan ke Seluruh Penjara

Merespons arahan tersebut, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta membuat terobosan dengan melaksanakan sidang E-Court atau konferensi video sesuai instruksi Jaksa Agung. Selain itu, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara juga mengambil langkah serupa dengan sidang E-Court bersama dengan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang. Dalam hal ini terkait sidang Acara Persidangan Biasa (APB) dengan menggunakan sarana E-Court.

Skema E-Court tetap menghadirkan Jaksa dan Hakim di ruang pengadilan. Terdakwa tidak perlu hadir di lokasi, namun tetap berada di rutan. Komunikasi dilakukan melalui telekonferensi. Saat ini, pelaksanaan sidang E-Court untuk agenda tuntutan dan putusan yang penahanannya tidak dapat diperpanjang.

"Landasan yuridis pelaksanaan E-Court untuk mendukung physical distancing, mengacu pada Asas Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto)," papar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi.(OL-11)

BERITA TERKAIT