26 March 2020, 14:07 WIB

Larang Mudik, Pemerintah Akan Batasi BBM hingga Dorong Fatwa


Cahya Mulyana | Humaniora

GUNA mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 menyebar lebih luas, pemerintah akan melarang tradisi mudik lebaran tahun ini. Caranya, pemerintah akan membatasi BBM hingga mendorong fatwa supaya masyarakat dalam merayakan hari kemenangan hanya di kediaman masing-masing.

Hal itu sesuai hasil rapat di Kementerian Koordiator Bidang Politik Hukum dan Keamanan yang diikuti sejumlah kementerian dan instansi terkait pada Rabu (23/3). Setiap kementerian dan instansi terkait memiliki tugas tersendiri berdasarkan kewenangan masing-masing.

Misalnya, Kementerian Koordiator Bidang Politik Hukum dan Keamanan bertugas melarang dengan tegas masyarakat supaya tidak melakukan mudik. Kantor Staf Presiden memutuskan untuk membuakt kebijakan tidak ada mudik tahun ini.

Baca juga: Polri Pertimbangkan Opsi Pelarangan Mudik Lebaran

Kementerian Agama mendapat tugas melakukan koordinasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan untuk mensosialisasikan anjuran tidak mudik. Selain itu menyiapkan fatwa dalam rangka menghindari dampak negatif mudik di tengah pandemi korona dan berkoordinasi dengan MUI, Dewan Masjid serta Ormas. Kementerian BUMN menghentikan program mudik gratis. PT KAI membatalkan penjualan tiket untuk perjalanan mulai 21 Maret.

Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan tidak ada kegiatan mudik dari Jabodetabek ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kementerian ESDM menbatasi BBM untuk transportasi umum.

Kementerian Tenaga Kerja diminta mensosialisasikan tidak mudik kepada buruh dan karyawan serta memastikan jadwal libur dan pembagian THR. KemenPAN-RB bertugas merumuskan hari libur PNS sejak dini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada guru dan murid juga merumuskan hari libur sekolah jauh-jauh hari. Kepolisian diminta menghalau kegiantan mudik dan piknik.

Pada bulan Mei, terdapat empat hari besar yakni Idul Fitri yang kemungkinan jatuh pada tanggal 24 atau 25, Hari Buruh tanggal 1, Hari Raya Waisak pada tanggal 7 dan 21 Isa Almasih. Selain itu pada 29 Mei merupakan akhir tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah. (OL-4)

BERITA TERKAIT