26 March 2020, 12:10 WIB

PSI Usulkan Karantina Wilayah yang Penyebaran Covid-19 Tinggi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menjalankan kebijakan karantina dan pembatasan interaksi fisik masyarakat di ruang publik secara lebih ketat.

Ia mengatakan hanya wilayah tertentu yang berdasarkan tingkat risiko potensi penyebaran virus korona, yang harus dikarantina.

“Dengan memilih karantina wilayah pada kawasan-kawasan tertentu, maka aktivitas ekonomi Jakarta tidak akan lumpuh. Saya kira ini jalan tengah yang dapat diambil. Selain bisa mengurangi penyebaran kasus, dampak ekonomi yang ditimbulkan juga tidak terlalu berat,” ujar Idris dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (26/3).

Idris memberikan contoh, karantina wilayah bisa dilakukan di level kelurahan yang tingkat penyebaran kasusnya tinggi.

“Karena unit pengamatannya yang kecil, akan lebih mudah bagi Pemprov DKI untuk melakukan pengawasan dan memenuhi kebutuhan warga yang dikarantina, seperti distribusi pangan dan obat-obatan,” kata Idris.

Usulan lainnya dari Idris agar karantina wilayah lebih efektif, kebijakan tersebut perlu diikuti dengan memperluas karantina sektoral dengan cara membatasi jam operasional. "Bahkan jika perlu menutup pusat-pusat kerumunan massa untuk sementara waktu," tandasnya.

Karantina sektoral, sebut Idris, sebenarnya sudah dilakukan Pemprov DKI dengan meliburkan sekolah, menutup tempat hiburan dan rekreasi, serta menunda kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Namun demikian, beberapa pusat keramaian, yaitu pasar masih cukup ramai, terutama di akhir pekan.

“Misalnya untuk pasar. Bisa dengan membatasi operasional, hanya sekian jam per hari atau hanya dibuka pada hari-hari tertentu, terutama pasar yang tidak menjual bahan makanan,” jelas Idris.

Baca juga: Dampak Covid-19, Pemprov DKI Tutup Mal Pelayanan Publik

Bersamaan dengan itu, Idris menerangkan, Pemprov DKI perlu mendidik warga untuk mengubah pola berbelanja bahan pokok.

“Warga perlu dibiasakan untuk memiliki stok bahan makanan di rumah, sehingga tidak perlu belanja ke pasar atau warung setiap hari. Berikutnya, alihkan jual-beli bahan makanan ke warung-warung kecil di sekitar rumah warga. Pergerakan warga itu bisa mengurangi interaksi fisik dengan massa yang lebih besar, ” ungkap Idris.

Adapun jumlah warga DKI Jakarta yang dinyatakan positif covid-19 hingga siang ini mencapai 472 kasus positif. Sebanyak 43 orang di antaranya meninggal dunia.

"Saat ini Jakarta berada dalam situasi darurat. Karantina memang seperti pil yang pahit, namun mau tidak mau kota ini memerlukannya agar bisa segera sembuh,” pungkas Idris. (OL-14)

BERITA TERKAIT