26 March 2020, 11:49 WIB

Klaten Waspada Demam Berdarah, 4 Korban Meninggal


Djoko Sardjono | Nusantara


SERANGAN demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini perlu diwaspadai. Pasalnya, serangan penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu telah menyebar luas di beberapa wilayah. Sementara, Dinas Kesehatan Klaten melaporkan hingga minggu ke-11 ada  sebanyak 69 kasus DBD dan 4 orang meninggal dunia. Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, Kamis (26/3), mengatakan kewaspadaan tinggi perlu dilakukan karena serangan DBD meningkat pada tahun ini.

"Kalau dihitung persentase, angka kematian 4 orang dari 69 kasus DBD di Klaten itu telah mendekati 7%. Padahal, angka kematian itu harusnya tidak boleh di atas 1% dari jumlah kasus DBD," imbuhnya.

Menurut Anggit, angka kematian dalam kasus DBD di Klaten hingga minggu ke-11 sebanyak 4 orang itu cukup tinggi. Bandingkan saja dengan kasus DBD tahun lalu, korban meninggal 5 orang dari jumlah 312 kasus DBD. Kematian penderita DBD tersebut, lanjut Kabid P2P Dinkes Klaten, bisa jadi karena proses rujukan ke rumah sakit kurang cepat. Sehingga penderita yang semula dianggap hanya panas biasa itu terlambat penanganannya.

Terkait keberadaan jumantik (juru pemantau jentik) dalam pengendalian DBD, disebutkan bahwa kerja para pemantau jentik itu patut diapresiasi. Karena itu, untuk pengendalian DBD, Dinkes Klaten telah meminta pemerintah desa berkoordinasi dengan pemilik rumah kosong untuk dibersihkan. Sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk tersebut.

baca juga: Korona Membuat Hotel dan Restauran di Jateng Tiarap

"Untuk pengendalian DBD, PSN (pemberantasan sarang nyamuk) harus dioptimalkan. Ini upaya efektif ketimbang dengan fogging  yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, selain hanya membunuh nyamuk dewasa," pungkasnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT