26 March 2020, 11:35 WIB

Penumpang Turun, Headway MRT Diperlambat Jadi 10 Menit


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

BERDASARKAN hasil evaluasi tiga hari terakhir, jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta semakin berkurang signifikan. Dari 13 ribu penumpang turun menjadi 3 ribu penumpang.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, PT MRT Jakarta (Perseroda) memperbarui kebijakan layanan MRT Jakarta dengan menerapkan jarak keberangkatan antar kereta (headway) tiap 10 menit selama jam operasional, yakni pukul 06.00-20.00 WIB.

Sebelumnya, headway MRT masih berlaku normal meski ada kebijakan physical distancing, serta imbauan kerja dari rumah (WFH). Perubahan jadwal ini efektif berlaku pada Kamis (26/3) ini.

Baca juga: MRT Jakarta Angkut 30,2 Juta Penumpang Sejak Beroperasi

Direktur Operasional dan Pemeliharaan MRT Jakarta, Muhammad Effendi, mengatakan perubahan kebijakan layanan mengacu evaluasi jumlah penumpang yang semakin menurun. Hal itu seiring dengan ditetapkannya status DKI Jakarta menjadi tanggap darurat bencana Covid-19. Berikut, arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi kegiatan di luar rumah untuk menekan penyebaran virus korona (Covid-19).

 “Evaluasi kami dalam tiga hari terakhir ini, jumlah penumpang telah berkurang hingga lebih dari 90% dari jumlah penumpang di hari normal,” ujar Effendi dalam keterangan resmi, Kamis (26/3).

Meski kebijakan layanan jarak antar kereta mengalami perubahan, namun kebijakan pembatasan jumlah penumpang 60 orang per kereta atau 360 orang per rangkaian tetap berjalan. Pembatasan jarak fisik (physical distancing) minimal satu meter dengan penumpang lain, baik di kereta maupun dalam stasiun, juga tetap dilaksanakan.

Baca juga: MRT Jakarta Minta Warga Pahami Alasan Pembatasan

PT MRT Jakarta telah memasang tanda (sticker) antrean di depan pintu penumpang (passenger gate), sebelum melakukan pengetapan. Serta, di pintu tepi peron (platform screen door) untuk tetap menjaga penerapan jarak fisik.

Petugas akan selalu memastikan ketentuan ini dipatuhi. Tim stasiun akan mengelola apabila terdapat antrean penumpang di stasiun dan kereta. Penyesuaian kebijakan ini diterapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi publik selama periode tanggap darurat Covid-19.(OL-11)

BERITA TERKAIT