26 March 2020, 07:39 WIB

Ikatan Apoteker Blora Bagikan Gratis Hand Sanitizer


Akhmad Safuan | Nusantara

UNTUK mencegah penularan virus korona, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah membagikan hand sanitizer gratis
bagikan hand sanitizer gratis kepada warga, Rabu (25/3). Puluhan apoteker menggunakan jas warna putih bawahan gelap membagikan cairan pencuci tangan di sekitar alun-alun Blora. 

"Saat virus koroba nerebak, saya mencari hand sanitizer sangat sulit. Sekarang malah diberi gratis. Warga Blora sangat berterima kasih dengan pembagian gratis ini," kata Galih, 30 warga Blora yang mendapatkan hand sanitizer gratis.

Ketua IAI Kabupaten Blora Nurul Huda mengatakan bahwa hand sanitizer yang dibagikan gratis ini dibuat sendiri oleh IAI,sudah sesuai arahan WHO dan Badan POM RI dalam rangka menekan potensi penularan virus korona.

"Kami di tahap pertama ini baru memproduksi 500 botol kecil ukuran 60 mililiter yang dibagikan secara gratis untuk masyarakat dan tidak boleh dijual untuk umum," kata Nurul Huda.

Pembagian hand sanitizer untuk warga selain untuk mengedukasi hidup sehat dan bersih, juga membantu meringankan beban masyarakat yang terimbas pandemi korona. 

"Sekalian mengedukasi kepada masyarakat bahwa penggunaan hand sanitizer sebaiknya hanya digunakan saat bekerja atau sedang dalam perjalanan," tambahnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho sangat mengapresiasi langkah ditempuh IAI Blora ini. Selain membuat dan memproduksi hand sanitizer, juga membagikan secara gratis kepada warga. Sebuah langkah yang sangat baik dalam menekan wabah korona dan sekaligus memberikan edukasi kepada warga.

"Selain membagikan hand sanitizer gratis, IAI dapat sekaligus mensosialisasikan bahaya covid-19 kepada warga, ini diharapkan juga diikuti oleh organisasi lain dan mari bergerak bersama untuk mengatasi korona," ujar Djoko Nugroho.

baca juga: Satu Lagi Pasien PDP Covid-19 di Aceh Meninggal

Berdasarkan data yang masuk, demikian Djoko Nugroho, Blora yang sebelumnya zero covid-19 telah ikut terkena wabah tersebut. Saat ini ada 129 orang berstatus orang dalam pemantauan, dan dua pasien dalam pengawasan. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT