26 March 2020, 07:35 WIB

NasDem Dorong Swasta Aktif Menanggulangi Korona


Uta/Rif/P-3 | Politik dan Hukum

KETUA DPP Partai NasDem Bidang Kesehatan, Okky Asokawati, menyerukan semua pihak berkolaborasi melawan virus korona baru (covid-19). Menurutnya, dibutuhkan tiga pilar untuk membangun gerakan bersama.

“Kolaborasi tiga pilar penting, yakni negara, swasta, dan masyarakat sipil harus kukuh dan kuat melawan penyebaran virus korona,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Okky mengatakan pemerintah dengan segala keterbatasan tidak bisa sendirian melawan pandemi virus itu. Peran pihak swasta dan masyarakat sipil menjadi simpul penting untuk akselerasi kerja bersama melawan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

Dia mencontohkan penyerahan The Media Hotel and Towers sebagai fasilitas posko tenaga kesehatan khusus covid-19. Langkah itu dinilai sebagai wujud konkret kolaborasi antara negara dan swasta. “Model seperti itu agar dapat diperbanyak dan diperluas cakupannya.”

Mantan peragawati itu pun mengingatkan para pendengung (buzzer) yang kerap mengkritik kinerja penanggulangan korona, haruslah proporsional dan solutif. Pemerintah diharapkan merespons secara terbuka.

Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel, menyampaikan seruan senada. Ia mengajak seluruh komponen bangsa memberikan penghargaan,
dukungan, dan motivasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim medis yang kini berjibaku di garda terdepan menangani pandemi covid-19.

Menurut politikus NasDem itu, tim medis bukan hanya totalitas dalam bekerja, melainkan juga telah menomorduakan kepentingan pribadinya, bahkan rela kehilangan jiwa demi menyelamatkan warga yang terpapar virus korona.

“Mereka harus mendapat penghargaan dan insentif yang layak,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, mengungkapkan sebagai salah satu bentuk kehadiran parpol di tengah masyarakat,
NasDem akan membagikan 250 ribu masker kepada masyarakat,  khususnya tenaga medis yang membutuhkan. Masker tersebut akan disebar di wilayah-wilayah yang berstatus zona merah pandemi covid-19. (Uta/Rif/P-3)

BERITA TERKAIT