26 March 2020, 07:12 WIB

DKI Sebut Sudah 90% Tempat Hiburan di Jakarta Tutup Sementara


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KEPALA Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia mengungkapkan hampir seluruh tempat hiburan di Ibu kota sudah tidak beroperasi sementara. Upaya penutupan tersebut untuk mencegah penularan covid-19.

"Alhamdulillah sudah banyak yang tutup. Overall sih diatas 90 persen yang sudah tutup. Kami masih keliling untuk mengecek," kata Cucu kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3).

Cucu menyebut sekitar 1400 lebih tempat hiburan berada di Jakarta. Ia mengaku pihaknya kesulitan melalukan pengecekan di lapangan karena terbatasnya petugas. Cucu menegaskan pihaknya bakal bertindak tegas apabila masih ada pengelola yang sengaja membiarkan tempat hiburan dibuka.

"Iya kita kasih SP 1,2,3. Kalau masih bandel ya kita cabut izin (usahanya). Tapi kami mesti cek di lapangan dulu, kalau masih buka kami komunikasikan sanksinya seperti apa," tukas Cucu.

Penutupan tempat hiburan dan rekreasi selama dua pekan kedepan hingga 5 April. Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan virus korona. Penutupan tempat itu berdasarkan Surat Edaran No. 160/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata dalam Upaya Kewaspadaan terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (covid-19).

baca juga: DPRD Klaim Siap Tanggung Risiko Covid-19 Demi Pemilihan DKI-2

Adapun 13 jenis kegiatan usaha yang diwajibkan untuk tutup adalah klab malam, diskotek, pub/musik hidup, karaoke keluarga, karaoke eksekutif, bar/Rumah minum, griya pijat, Spa, bioskop, bola gelinding (bowling), bola sodok (billiard), mandi uap, dan seluncur main. Sebelumnya, dikabarkan beberapa gerai di mall sudah ditutup sementara, yakni di Plaza Indonesia, Plaza Senayan, Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, dan Summarecon Mall Bekasi. (OL-3)

BERITA TERKAIT