26 March 2020, 07:07 WIB

Dampak Korona, Putin Tunda Pemungutan Suara Perubahan Konstitusi


Nur Aivanni | Internasional

DI tengah kekhawatiran virus korona, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menunda pemungutan suara tentang perubahan konstitusi yang akan memungkinkan ia untuk tetap berkuasa. Pemungutan suara sebelumnya akan diadakan pada 22 April. Perubahan konstitusi yang diusulkan termasuk membatalkan larangan bagi Putin untuk mencalonkan diri lagi. Perubahan itu telah disetujui oleh parlemen dan Mahkamah Konstitusi Rusia.

Mereka akan memberikan Putin, yang menjalani masa jabatan presiden keempat dan telah mendominasi politik Rusia selama dua dekade, hak untuk menjalani dua masa jabatan berturut-turut. Pada Rabu (25/3), Rusia mengonfirmasi kematian dua orang yang telah didiagnosis dengan virus. Keduanya yang berusia 88 tahun dan 73 tahun itu memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, Ria Novosti melaporkan. Rusia memiliki total 658 kasus karena virus korona.

"Prioritas yang sesungguhnya bagi kami adalah kesehatan, kehidupan, dan keselamatan rakyat. Karena itu, saya percaya bahwa pemungutan suara harus ditunda hingga nanti," kata Putin, dikutip dari BBC, Kamis (26/3).

Putin juga mengumumkan bahwa warga Rusia tidak akan bekerja pekan depan untuk memperlambat kecepatan penyebaran infeksi. Selama libur, karyawan akan terus dibayar dan layanan utama akan tetap beroperasi. Ia juga mengumumkan dukungan kesejahteraan yang diperluas, termasuk untuk keluarga dengan anak-anak dan mereka yang kehilangan pekerjaan.

baca juga: Singapura Ciptakan Rapid Test Covid-19 Tercepat, Hanya 5 Menit

Rusia telah mengambil langkah-langkah seperti karantina selama dua minggu untuk orang-orang yang datang dari luar negeri, penutupan sekolah dan peringatan bagi orang tua di Moskow untuk mengisolasi diri. Selain itu, juga telah menghentikan acara budaya dan olahraga dan menutup gym, bioskop dan klub malam. Tapi, kafe dan restoran diizinkan untuk tetap buka. (OL-3)


)
 

BERITA TERKAIT