25 March 2020, 23:49 WIB

Digital Onboarding Dukung Social Distancing Cegah Wabah Covid-19


Deri Dahuri | Ekonomi

PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo mengimbau agar masyarakat Indonesia di seluruh lapisan melaksanakan kebijakan social distancing dengan beraktivitas, bekerja, belajar dan beribadah di rumah masing-masing.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor dalam rangka menekan penyebaran dan dampak negatif virus korona atau Covid-19.

Kebijakan social distancing yang telah diselenggarakan lebih dahulu di beberapa negara terkena pandemik global virus korona, terbukti dapat membantu menekan angka penyebaran dan memberikan banyak kesempatan yang berarti bagi tenaga medis untuk melakukan penanganan pasien Covid-19. 

Namun lain halnya yang terjadi di sektor Ekonomi, kebijakan tersebut menjadi paradoks bagi para pelaku usaha yang tidak siap mengandalkan sepenuhnya dengan kegiatan bisnis secara daring (online).

“Ini adalah kali pertama, saya rasakan dampak krisis ekonomi yang begitu mendadak dialami oleh Indonesia selama pengalaman saya bekerja 32 tahun di beberapa bank besar sebelumnya” ujar Robert Rompas selaku Komisaris PT Asli Rancangan Indonesia (Asli RI). 

Robert kemudian menambahkan,“Indonesia sudah pernah melalui banyak krisis ekonomi, tapi krisis kali ini lebih besar memberikan dampak psikologis negatif bagi bangsa, panic buying yang memicu kelangkaan dan kenaikan harga barang-barang pokok.

"Sehingga ancaman kelangsungan bisnis akibat tidak siap menghadapi tuntutan kebutuhan digitalisasi transaksi bisnis menjadi mimpi buruk bagi para pelaku usaha,” kata Robert.

Lalu bagaimana dengan bisnis penyedia jasa keuangan (PJK) di Indonesia? Apa yang dapat dilakukan agar proses bisnis tetap berjalan? Bisnis yang tidak siap secara digital akan menghadapi masa sulit atau bahkan hilang tenggelam dan di tengah situasi pandemik global Covid-19. 

Disrupsi bisnis digital bukan lagi menjadi sebatas pergumulan teori. Penyedia jasa keuangan saat ini ditantang menghadirkan dan mengimplementasikan solusi agar bisnisnya tetap berjalan mulai dari onboarding new clients dan keeping existing clients sehingga dapat menekan angka nonperforming loan (NPL) dan fraud dalam situasi apapun.

Asli RI meluncurkan aplikasi digital Onboarding dengan verifikasi biometrik dan liveness test untuk penyedia jasa keuangan dalam rangka membantu menjaga Onboading New Clients tetap berjalan.

Di sektor jasa keuangan, istilah Digital Onboarding mengacu pada proses pengajuan pembuatan rekening secara daring melalui website ataupun aplikasi telepon pintar. Asli RI menawarkan proses Digital Onboarding yang sangat mudah dan secured.

Pertama, klien PJK memfoto Kartu Identitas yang akan terbaca secara otomatis oleh teknologi OCR (Optical Character Recognition). Kedua, klien diminta untuk melakukan foto selfie dan test Liveness untuk menentukan bahwa yang melakukan pengajuan adalah orang hidup bukan foto.

Ketiga, seluruh data identitas dan foto selfie yang diambil akan diverifikasi secara biometrik kepada database pemerintah. Seluruh proses tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi mobile di telepon pintar maupun melalui website yang selesai kurang dari dua menit. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT