26 March 2020, 03:00 WIB

Semua demi Korona


Dwi Apriani | Nusantara

SAMPAI kemarin, baru satu warga Sumatra Selatan yang terjangkit covid-19. Namun, fakta itu sudah membuat Herman Deru beringas bergerak.

Gubernur Sumatra Selatan itu sudah menyiapkan dana hingga Rp100 miliar untuk pencegahan penularan virus korona. Kemarin, ia juga menyiapkan Wisma Atlet di Jakabaring dan Asrama Haji untuk menampung pasien akibat­ pageblug itu.

“Dana Rp100 miliar berasal dari pengalihan anggaran perjalanan dinas dan seremonial. Kami bisa menambah besaran­ dana sesuai situasi,” ujar Herman Deru, di Palembang, kemarin.

Pemprov, lanjutnya, juga menyiapkan 2.000 ruang ka-rantina untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Mereka akan menggunakaan Wisma Atlet Jakabaring Sport City dan Asrama Haji. “Langkah itu dipilih jika tempat isolasi di rumah sakit tidak bisa lagi menampung pasien,” tambahnya.

Di Sumatra Selatan, saat ini telah disiapkan 60 ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Palembang.

Ruang isolasi baru juga di siapkan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Kabupaten Kendal, misalnya, menyiapkan 18 ruangan lantai bawah rumah susun sewa di Jalan Stadion Kebondalem. Sebelumnya, mereka telah memiliki 16 ruangan di RSUD dr Soewondo dan RS swasta. “Ini upaya kami mengantisipasi lonjakan jumlah pasien,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Ferinando Rad Bonay.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku menyiapkan ruang isolasi baru di Balai Diklat Pemprov Jateng, Balai Diklat Kementerian Agama, Asrama Haji Donohudan, Hotel Kesambi milik pemprov, dan gelanggang olahraga. “Kami juga menyiapkan rumah tenda untuk isolasi,” tegasnya.

Setali tiga uang, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, juga sudah bersiap.
“Kami meminjam beberapa ruang milik Universitas Perjuangan dan Universitas Siliwangi,” ujar Wali Kota Budi Budiman.

Pemprov Aceh memilih untuk membangun laboratorium pemeriksaan spesimen. “Semua sedang disiapkan,” papar Plt Gubernur Aceh, No-va Iriansyah.


Waspada

Di Jawa Barat, dua pejabat sudah dinyatakan positif covid-19, yakni Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Bupati Purwa-karta Anne Ratna Mustika pun memutuskan bertindak antisipatif. Pasalnya, dalam masa penyebaran virus korona, ia sudah berinteraksi dengan banyak kalangan.
“Saya, wakil bupati, sekda, dan seluruh kepala dinas akan melakukan tes. Selama menunggu hasil, kami akan mengisolasi diri,” tuturnya.

Di Lembata, Nusa Tenggara Timur, Bupati Eliazer Yentji Sunur, juga telah ditetapkan sebagai ODP. Status serupa juga diberikan kepada bebe-rapa sopirnya, dan seluruh keluarganya. Sunur masih berada di Bekasi, Jawa Barat, salah satu daerah zona merah.
“Saya siap mengisolasi diri, tapi tetap akan menjalankan roda pemerintahan dengan protokol penanganan covid-19,” ujar Sunur. (AS/AD/WJ/MR/RZ/PT/SL/YH/MY/PO/DY/HT/HI/AP/N-2)

BERITA TERKAIT