25 March 2020, 20:24 WIB

Tutup Bandara Komodo dan Pelabuhan, Wakil Bupati Diizinkan Bupati


Gaudensius Suhardi | Nusantara

WAKIL Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, Maria Geong menegaskan penutupan akses ke daerah itu dari jalur darat, udara, dan laut untuk memberi perlindungan kepada masyarakat dari penyebaran covid-19.

“Ini sesuai prinsip otonomi daerah,” katanya kepada Media Indonesia, Rabu (25/3). 

Geong mengaku sudah mendapat izin dari Bupati Mabar Agustinus Ch Dula untuk meneken surat karena yang bersangkutan berhalangan. 

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Tutup Bandara Komodo dan Pelabuan Laut

Dalam surat tertanggal 25 Maret yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan, 

Pemkab Mabar memutuskan untuk menutup akses daerah dari jalur darat, laut, dan udara. “Evakuasi penumpang yang terlanjur ada dalam daerah akan kami atur,” kata Geong.

Baca juga: Pemda Tidak Berwenang Tutup Bandara Komodo

Pemkab Mabar menutup wilayah itu selama 9 hari mulai 26 Maret sampai 3 April.

Baca juga: Pemerintah Daerah Bubarkan Kerumunan

Sampai berita ini diturunkan, Pemkab Mabar belum mendapatkan jawaban dari Kementerian Perhubungan. “Tetapi surat kami mulai berlaku tanggal 26 Maret 2020. Tetapi kami berharap mereka menghargai kesulitan yang sedang kami hadapi,” kata Geong.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Komodo Ketut Gunarsa sudah mengimbau tujuh maskapai untuk mematuhi imbauan Pemkab Mabar. Ketujuh maskapai itu ialah Garuda Indonesia, Batik Air, Wings Air, Trans Nusa, Nam Air, Air Asia, dan Citilink.

Dalam surat tertanggal 25 Maret yang ditujukan kepada maskapai itu, Ketut mengatakan Bandara Komodo tetap beroperasi sesuai jam operasional. “Agar airlines yang melayani rute dari dan ke Labuan Bajo mengikuti imbauan Pemkab Mabar.” (X-15)

Gaudensius Suhardi

BERITA TERKAIT