25 March 2020, 19:52 WIB

Kisah WNI Menjadi Relawan Bagi Manula di Inggris


Antara | Internasional

DI Inggris, dalam situasi karantina wilayah, banyak warga manula yang rentan akan terjangkit virus korona yang membutuhkan bantuan seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tidak heran banyak imbauan bagi mereka bersedia menjadi relawan bagi manula.

“Saya mendapat kiriman leafleat untuk membantu manula yang memerlukan bantuan, khususnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” ujar Kania Iryanindiati,31, yang bekerja di London.

Kania, yang biasa disapa Ninin, mempunyai pengalaman saat mendapat kesempatan menjadi relawan di wilayah tempat tinggalnya di Archway,  London Utara.

Ninin pernah dikontak untuk berbelanja bagi satu keluarga yang sedang diisolasi. Dia pun ke supermarket membelikan keperluan mereka. Untuk menghindari kontak, barang belanjaan di taruh di depan pintu, dan Ninin pun membunyikan bel rumah serta menunggu sampai barang diambil. “Ada juga yang minta dipinjamkam extra freezer,” ujar putri pertama Dubes Indonesia di Madrid, Hermono, itu.

Dia juga pernah diminta untuk membelikan bubur instan, sehingga ia mencari di berbagai supermarket  karena sudah habis stoknya. “Saya cari di supermarket Sainsbury dan Aldi, ketemunya di toko kecil,” ujar Ninin, yang bekerja di perusahaan Deloitte, perusahaan independen bergerak dibidang jasa keuangan.

Ninin mengaku menjadi relawan dalam situasi seperti saat ini sangat menantang dan menjadi pengalaman tersendiri diharapkannya bisa menginspirasi yang lain.

Menurutnya, ayahnya di Madrid juga sedang menjalani karantina wilayah, begitu juga dengan adiknya di Selandia Baru.

Banyak warga Inggris yang memberikan sumbangan bagi yang membutuhkan baik berupa makanan maupun obat-obatan, selain tenaga.

Jumlah kasus virus korona di Inggris naik 967 menjadi 6.650 pada hari Selasa dan jumlah kematian secara nasional melonjak menjadi 336, dengan adanya tambahan 55 kematian. (OL-12)

BERITA TERKAIT