26 March 2020, 00:30 WIB

Protokol Pemulasaran Jenazah Covid-19


MI | Megapolitan

DINAS Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran Nomor 55/SE/2020 perihal pemulasaran jenazah pasien covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti menyampaikan protokol pemulasaran dimulai dengan membungkus jenazah dengan kain kafan kemudian ditutup rapat dengan bahan plastik atau bahan yang tidak tembus air lalu diikat.

“Jenazah dimasukkan ke dalam kantong yang tidak mudah tembus. Pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah,” cetusnya dalam surat edaran, Rabu (25/3).
Kantong jenazah harus disegel dan tidak boleh dibuka. Bagian luar kantong jenazah disinfeksi menggunakan cairan desinfektan.

“Jenazah hendaknya dibawa menggunakan brankar khusus ke ruangan pemulasaran,” beber Widyastuti.

Berikutnya, ia menyatakan jenazah tidak disuntik pengawet dan tidak dibalsem. Jika akan diautopsi hanya dapat dilakukan atas izin pihak keluarga dan direktur RS.
Pelaksanaan pemulasaran jenazah pasien covid-19, sebut Widyastuti, harus memperhatikan dan mengikuti Standar Operasional Presedur (SOP) Pemulasaran Jenazah Covid-19 untuk mencegah transmisi/penularan penyakit dari jenazah kepada petugas, pengunjung dan lingkungan.

“Keluarga (yang ingin melihat jenazah) diizinkan dengan syarat memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sebelum jenazah masuk kantong jenazah,” cetusnya.

Selanjutnya kantong jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu yang telah disiapkan, lalu tutup dengan rapat menggunakan bahan plastik, kembali didesinfeksi sebelum masuk ambulance. “Jika disemayamkan, letakkan di ruangan khusus dan tidak lebih empat jam,” imbuhnya.

Petugas akan memberikan penjelasan kepada keluarga agar tidak memakamkan jenazah keluar atau masuk dari pelabuhan, bandar udara, maupun pos lintas batas darat negara. Setelah semua prosedur pemulasaran dilaksanakan, pihak keluarga dapat turut dalam penguburan.

Widyastuti menyatakan pihaknya sudah menyediakan mobil jenazah khusus dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI (hubungi nomor 021-5480137 dan 021-5484544) untuk mengantarkan ke tempat pemakaman/tempat kremasi. “Penguburan/kremasi tidak boleh lagi membuka peti jenazah.  Penguburan dapat dilaksanakan di tempat pemakaman umum,” tutupnya (Ins/J-2)

 

BERITA TERKAIT