25 March 2020, 18:30 WIB

Positif Covid-19, Pangeran Charles Isolasi Diri di Skotlandia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PANGERAN Charles, 71, dari Inggris telah dinyatakan positif terkena virus korona baru (covid-19). Putra Mahkota Britania Raya bergelar Pangeran Wales itu menunjukkan gejala ringan tetapi kesehatannya tetap baik

Baca juga: Boris Johnson Sebut Inggris Bisa Kewalahan Hadapi Covid-19

Sementara itu sang istri, The Duchess of Cornwall, 72, juga telah dites tetapi hasilnya negatif. Tes dilakukan oleh NHS di Aberdeenshire, tempat mereka memenuhi kriteria yang diperlukan untuk pengujian.

Sebuah pernyataan resmi berbunyi, "Sesuai dengan saran pemerintah dan medis, Sang Pangeran dan istri mengisolasikan diri di rumah di Skotlandia.”

Pihak Istana mengatakan tidak mungkin untuk memastikan dari siapa sang Pangeran terjangkit virus mengingat tingginya jumlah kegiatan pertemuan yang dia jalani dalam peran publiknya selama beberapa minggu terakhir.

Di sisi lain, jumlah kasus virus korona (covid-19) yang dikonfirmasi di Inggris mencapai 8.077, Selasa (24/3) pagi, menurut angka terakhir dari Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial.

Angka-angka terbaru datang pada hari pertama karantina wilayah atau lockdown di Inggris ketika langkah-langkah yang lebih ketat diambil untuk mengekang penyebaran covid-19 di negara tersebut.

Baca juga:Kasus Covid-19 Turun, Bursa Saham Tiongkok Menguat

Sebanyak 90.436 orang telah dites di Inggris, 8.077 di antaranya dipastikan positif, sementara 422 pasien yang terinfeksi virus korona baru meninggal, kata departemen itu.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan, Selasa, dalam sebuah konferensi pers sebuah rumah sakit sementara akan didirikan di pusat ExCeL, sebuah pusat pameran di London timur, dengan kapasitas untuk menampung hingga 4.000 pasien.

Sementara itu, Inggris juga mencari 250.000 sukarelawan untuk membantu karyawan National Health Service (NHS) untuk tugas belanja, pengiriman obat-obatan, dan untuk mendukung mereka tugas-tugas mereka yang terproteksi, kata Hancock.

Ditanya tentang seruan Inggris bagi para pensiunan medis untuk terjun kembali ke lapangan membantu penanganan covid-19, Hancock mengatakan lebih dari 11.500 telah menyatakan kesediaan, termasuk 2.660 dokter dan 6.147 perawat. Ia menambahkan lebih dari 18.000 mahasiswa kedokteran juga akan bergabung dengan tenaga kerja NHS.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan ‘situasi darurat nasional’ pada Senin malam, membuat Inggris sejalan dengan sebagian besar negara-negara utama Eropa.

Baca juga:WHO: AS Berpotensi Jadi Pusat Pandemi Covid-19

Pemerintah Inggris berupaya menyediakan 5.000 ventilator tambahan dalam beberapa minggu mendatang untuk membantu mereka yang menderita gejala covid-19 parah.

Juru bicara resmi perdana menteri mengatakan, "Kami memiliki lebih dari 8.000 ventilator di garis depan saat ini dengan 5.000 lainnya lebih diharapkan akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan.”

“Kami telah bekerja dengan rumah sakit swasta untuk mengamankan kapasitas tambahan dan kami juga telah bekerja untuk menyediakan kapasitas ekstra dari produsen internasional." (BBC/Xinhua/Hym/A-3)

BERITA TERKAIT