25 March 2020, 17:55 WIB

ODP Virus Korona di Sulsel Meningkat


Lina Herlina | Nusantara

JUMLAH kasus orang positif terinveksi virus korona di Sulawesi Selatan (Sulsel) melonjak drastis. Berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covi-19, Rabu (25/3), ada penambahan sembilan kasus baru, sehingga jumlahnya menjadi 13 kasus.

Dari sembilan kasus baru tersebut, salah satunya adalah mantan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Idrus Paturusi, yang juga mantan dokter kepresidenan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu diketahui dari pesan yang disempaikan anaknya, yang juga seorang dokter, yaitu Eche Idrus Paturusi.

Dalam keterangannya tersebut, Eche mengatakan, ia mewakili bapaknya, Prof Idrus yang kini menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Makassar.

"Saya mewakili bapak, Prof Dr dr Idrus Paturusi , memohon doa untuk kesembuhan Bapak yang saat ini positif covid 19 dan sudah berada di ruang Isolasi RSUH," tulis Eche.

"Untuk para Prof dan teman sejawat yang beberapa hari lalu, dan ada kontak dengan bapak, kami mohon maaf dan mungkin bisa melakukan social distance perbaiki imun dan bisa memeriksakan diri secepat mungkin," sambung Eche.

Sehari sebelumnya, Prof Idrus Paturusi, selaku Komisaris PT Semen Tonasa Semen Indonesia) mewakili BUMN tersebut menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada tim satgas covid-19 RS Unhas.

Sementara itu, terkait bertambahnya kasus virus korona di Sulsel menjadin13 kasus, pihak Pemprov Sulsel baru akan memberikan keterangan resmi pada pukul 19.00 Wita.

Hingga saat ini, di Sulsel tercatat 155 orang dalam pemantauan (ODP), dan baru 36 diantaranya dinyatakan sembuh. Sementara yang tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 64 orang, dan baru tujuh diantaranya yang sehat. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT