25 March 2020, 17:46 WIB

KOI Bakal Tanyakan Proses Kualifikasi Olimpiade ke IOC


Akmal Fauzi | Olahraga

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) akan berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait kelanjutan proses kualifikasi setelah adanya keputusan penundaan Olimpiade Tokyo 2020 hingga satu tahun.

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan, pihaknya akan mengirim surat ke IOC menanyakan teknis kualifikasi Olimpiade Tokyo

“Makanya kami menyurati IOC, nanti teknisnya seperti apa. Apakah ada kualifikasi lagi atau ditutup dengan menggunakan hasil sekarang,” kata Okto saat dihubungi, Rabu (25/3).

Proses kualifikasi harusnya berakhir pada April 2020. Namun dengan ditundanya Olimpiade hingga 2021, proses kualifikasi masih belum ada kejelasan.

Menurut Okto, jika IOC memutuskan untuk menghapus semua hasil kualifikasi yang sudah berjalan, tentu merugikan para atlet yang sudah berjuang untuk berlaga di Olimpiade.

Baca juga : Olimpiade Ditunda, PBSI Akan Sesuaikan Dana Pelatnas

Di sisi lain, kata Okto, jika IOC tetap menggunakan hasil kualifikasi yang sudah berjalan, kesiapan dan performa atlet harus terus dimatangkan agar bisa berprestasi saat Olimpiade Tokyo digelar.

"Kalau dibuka kualifikasi lagi, sayang dong atlet kita yang sudah lolos harus ikut lagi. Makanya ini perlu ditanyakan,” jelasnya.

Untuk itu, Okto menegaskan Pelatnas akan terus berjalan agar cabang olahraga punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan atletnya.

“Jadi ada peluang untuk lebih mempersiapkan para atlet agar hasilnya bisa maksimal sesuai harapan,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mencari kejelasan periode penundaan, mengingat hal tersebut berkaitan dengan sektor pendanaan.

“Yang jelas ini konsekuensinya kan pasti ke anggaran, tapi untuk estimasi (penambahan) anggarannya kami belum tahu karena harus ada perencanaan lagi,” jelasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT