25 March 2020, 17:26 WIB

PLN NTT Jamin Pasokan Batu Bara Aman di Tengah Covid-19


Palce Amalo | Nusantara

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah itu aman di tengah wabah virus korona (covid-19).

Begitu pula pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga disel (PLTD) di ibu kota provinsi hingga kabupaten dan kota juga aman.

"Ketahanan energi primer untuk pasokan listrik aman secara kontinu di tengah covid-19, jelang paskah, puasa dan seterusnya akan aman," ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko di Kupang, Rabu (25/3).

Menurutnya, stok batu baru per 24 Maret 2020 sebesar 22.511 metrik ton (MT), cukup untuk operasi PLTU selama 33 hari. Sesuai rencana, pada 26 Maret, sebanyak 7.500 MT tiba di Kupang. Sedangkan BBM yang ada berjumlah 1.259.564 liter, aman untuk 10 hari operasi.

 "Standar aman PLN tujuh hari untuk pasokan BBM," katanya.

Menurut Rendroyoko, pada Rabu malam, PLTU Unit 1 akan  masuk sistem dan menambah pasokan Listrik sebesar 16.5 Megawatt (Mw). Saat ini Sistem Timor  dengan daya mampu 107.290 kilowatt (kW) diperkirakan akan mencapai beban puncak 99.000 kW dan masih ada cadangan 8.000-9.000 kW.

"Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, PLN tetap fokus menjaga pasokan listrik masyarakat Indonesia. Sejak awal Maret, PLN telah menerapkan antisipasi upaya pencegahan menyebaran virus corona di lingkungan PLTU di Bolok dan di seluruh wilayah kerja di NTT agar seluruh pegawai PLN juga tetap dapat bekerja dengan maksimal," ungkap Rendroyoko

Dia memastikan PLN akan terus memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional, mulai dari pembangkitan, pengaturan beban, transmisi, dan distribusi untuk tetap menjaga pelayanan pasokan listrik ke pelanggan, termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan, melistriki desa  untuk kesejahteraan masyarakat.

Musdiman, Manager PJBS Site di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mengatakan pasca dikeluarkannya surat edaran kepada seluruh pekerja agar melakukan social distancing, PLN langsung menerapkan yakni menjaga jarak kursi di antara operator dan memanfaatkan video conference seperti pemeliharaan pembangkit. (OL-2)

 

 

 

BERITA TERKAIT