25 March 2020, 16:55 WIB

Tasikmalaya Menyusul Tetapkan KLB Covid-19


Adi Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH KotaTasikmalaya menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah salah satu dari 10 pasien dalam pengawasan (PDP) positif Covid-19 . Mereka berada di ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo dan rumah sakit swasta.

Wali Kota Tasikmalaya dan sebagai Ketua tim gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19, Budi Budiman mengatakan, dengan temuan tersebut Kota Tasikmalaya ditetapkan KLB setelah sebelumnya siaga darurat bencana. 

"Kami mengajukan enam sempel pasien dalam pengawasan (PDP) ke Labolatorium di RSHS Bandung. Hasilnya  tiga orang negatif satu positif dan lainnya belum keluar. Dengan status KLB ini masyarakat jangan panik tapi tetap waspada. Lebih baik berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan mendesak," ungkap Budiman saat konfrensi pres di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (25/3)
.
Budi mengatakan, tercatat peningkatan orang dalam pemantauan (ODP) sebelumnya hanya sekitar 30-an kini mencapai 116 orang. Mereka semuanya masih dalam perawatan secara mandiri di rumahnya masing-masing.

"Untuk PDP kita siapkan ruang isolasi yang ada di RSUD dr Soekardjo dan rumah sakit lain di Kota Tasikmalaya. Kami membutuhkan alat pelindung diri (APD) karena masih banyak kekurangan. Untuk ruang isolasi tambahan dengan meminjam ruang perguruan universitas perjuangan dan lokasinya jauh dari penduduk," ujarnya.

Pihaknya, jelas dia, telah mendapatkan anggaran dari berbagai sumber seperti tanggap darurat bencana dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada dinas kesehatan dengan jumlah Rp18 miliar. Kebutuhan yang masih kurang hanya APD, untuk obat-obotan smenetara masih mencukupi. "Namun dengan kondisi KLB ini kami sudah mengajukan kebutuhan yang diperlukan ke Provinsi dan pusat seperti obat dan lainnya," tandasnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT