25 March 2020, 16:40 WIB

Kebutuhan Ventilator di RS Rujukan Covid-19 Semakin Tinggi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PERHIMPUNAN Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan urgensi pemetaan kebutuhan ventilator atau alat bantu pernapasan. Khususnya, di rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan pasien virus korona (Covid-19).

Sebab, kebutuhan ventilator di rumah sakit rujukan Covid-19 terbilang cukup tinggi. Sebagai contoh, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Saat ini, sekitar 40% dari pasien yang dirujuk ke rumah sakit tersebut membutuhkan perawatan dengan ventilator. Adapun pasien rujukan ini merupakan pasien dengan kondisi pneumonia berat yang disertai komplikasi. Sehingga, pasien sudah kesulitan bernapas.

“Kalau kasusnya sudah seperti di Jakarta, Banten, Jawa Barat yang angkanya tinggi, itu (ketersediaan ventilator) perlu dipikirkan. Kita harus memperkirakan sekitar 30-40% pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan butuh ventilator,” ujar Ketua PDPI, Agus Dwi Susanto, saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/3).

Baca juga: Hadapi Virus Korona, WHO Minta Semua Negara Stok Ventilator

Lebih lanjut, Agus mengatakan ketersediaan alat bantu pernafasan di rumah sakit rujukan perlu diperhatikan. Dia mengingatkan jangan sampai banyak pasien tidak dapat ditolong akibat alat yang tidak memadai.

“Contoh di RSUP Persahabatan yang kapasitas 24 kamar, ada 4-5 kamar pakai ventilator. Itu yang sekarang kita pakai. Tapi, kita mau tambah ventilator lebih banyak, karena kebutuhan cukup tinggi. Kalau ada penambahan ventilator, maka (pasien) yang dirujuk bisa lebih tinggi,” imbuh Agus.

Apabila dilihat dari keseluruhan kasus, Agus memperkirakan sekitar 5-10% pasien membutuhkan perawatan dengan ventilator. “Data dari seluruh populasi yang terinfeksi, mungkin 5-10% pasien butuh ventilator. Itu analisa saja,” tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT