25 March 2020, 15:35 WIB

Danau Sunter jadi Titik Pembubaran Kerumunan


Tri Subarkah | Megapolitan

Kepolisian di berbagai wilayah terus melaksanakan maklumat Kapolri Jendral Idham Azis nomor Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus korona baru (covid-19).

Polres Metro Jakarta Utara misalnya. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya telah melakukan patroli rutin untuk menghindari terjadinya kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak. Tak hanya di tempat umum, tapi juga di lingkungan sendiri.

Selain itu, Budhi menginformasikan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa wilayah yang sering dijadikan warga untuk berkumpul.

"Sebenarnya selama ini hampir di seluruh wilayah di enam kecamatan ada titik-titik itu," kata Budhi saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25/3).

Baca juga: Pembubaran Kerumuman tidak Langgar HAM

Menurutnya, yang paling ramai atau jadi pusat keramaian adalah seputaran Danau Sunter. "Itu kan ada anak-anak yang suka nongkrong di situ. Mancing bergerombol juga ada karena itu kan daerah fasilitas publik," sambungnya.

Namun, pihaknya tidak segan-segan menindak tegas massa yang berkumpul apabila membangkang saat diminta untuk membubarkan diri. Namun berdasarkan patroli yang dilakukan sejauh ini, ia mengatakan bahwa masyarakat sudah mengerti dengan kebijakan tersebut.

"Alhamdulillah warga tidak ada yang melakukan perlawanan terhadap apa yang kita lakukan. Semua mengikuti apa yang jadi imbauan kita. Karena memang mereka menyadari apa yang saat ini kita hadapi bersama," tutur Budhi.

Di sisi lain, Budhi menekankan bahwa pihak kepolisian tidak melarang kegiatan usaha kuliner di wilayah hukumnya. Namun, ia meminta agar para pembeli tidak makan di tempat untuk menghindari terjadinya kerumunan.

"PKL (pedagang kaki lima) kita tidak melarang penjualannya. Jadi, yang kita imbau itu membubarkan kerumunannya. Saya sampaikan, silakan tetap berjualan. Orang mau beli juga silakan, tapi upayakan take away atau bungkus buat dibawa pulang. Lebih aman, lebih nyaman. Jadi, pedagang juga bisa tetap berjualan, tidak mati mata pencahariannya," pungkas Budhi. (OL-14)

BERITA TERKAIT