25 March 2020, 15:03 WIB

Atasi Kelangkaan, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula


Hilda Julaika | Ekonomi

Akhir-akhir ini, keberadaan komoditas gula sulit ditemukan oleh masyarakat. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto membetulkan stok gula memang berkurang.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas konsumsi gula, pemerintah akan melakukan impor gula dengan total sebanyak 550 ribu ton gula mentah (raw sugar). Suhanto pun memastikan sebanyak 216 ribu ton gula akan masuk ke Indonesia pada akhir Maret ini.

“Posisi gula memang agak berkurang namun sudah kami sampaikan pemerintah sudah melakukan upaya pemenuhan pasokan. Akhir bulan ini impor akan masuk sebanyak 216 ribu ton. Akan ditambah izin impor gula lagi sebanyak 550 ribu ton,” ujarnya melalui konferensi secara virtual di Jakarta, Rabu (25/3).

Baca juga: Pengusaha Properti Tawari PSSI Tes Covid-19

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, saat ini kebutuhan gula secara nasional per bulannya mencapai 229 ribu ton. Dengan begitu, masuknya impor gula sebanyak 216 ribu ton pada akhir Maret dan sudah didapatkannya izin impor sebanyak 550 ribu ton gula akan memenuhi kebutuhan gula hingga bulan Juni mendatang.

Meski begitu, Suhanto menambahkan, dalam rangka mempercepat pasokan gula telah diambil keputusan melalui Rapat Koordinasi Terbatas (rakoortas) dengan Menko Perekonomian.

Keputusan tersebut berupa persetujuan untuk mengubah gula rafinasi yang selama ini digunakan untuk makanan dan minuman diolah menjadi gula kristal putih. Adapun stok gula rafinasi ini sebanyak 250 ribu ton.

“Saat ini gula rafinasi posisinya sudah di pabrik-pabrik gula di Indonesia dan dalam proses penugasan ke beberapa produsen untuk diubah menjadi gula standar untuk konsumsi masyarakat. Untuk pengubahan gula tersebut hanya membutuhkan waktu 3-7 hari,” ujarnya kepada media massa.

Baca juga:Permudah Impor Alat Kesehatan, Kemendag Terbitkan Aturan Khusus

Atas dasar ini pihaknya memastikan pada akhir bulan Maret ini stok gula secara nasional tercukupi. Di antaranya pemenuhannya sebanyak 216 ribu ton gula impor dan 250 ribu ton gula olahan rafinasi cukup sampai bulan depan. Ditambah impor sebanyak 550 ribu ton untuk mengisi pasokan bulan April, Mei, dan Juni.

Adapun untuk pemenuhan setelah bulan Juni, akan didapatkan melalui kedatangan musim giling tebu di akhir Juni. Artinya pasokan gula akan didapatkan dari musim giling tebu ke masyarakat melalui petani dalam negeri di bulan Juli.

Pihaknya pun memastikan impor gula yang dilakukan saat ini tidak akan memengaruhi produksi dan harga gula yang dihasilkan para petani kita. (Hld/A-3)

BERITA TERKAIT