25 March 2020, 14:11 WIB

Sepekan Lebih WFH, Kualitas Udara Jakarta Membaik


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

KUALITAS udara di Jakarta cenderung membaik beberapa waktu terakhir. Ini tidak lepas dari pemberlakuan kebijakan social distancing melalui kerja di rumah atau Work From Home (WFH), belajar, dan ibadah dari rumah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Selain itu, tren perbaikan kualitas udara juga sangat dipengaruhi oleh curah hujan dan arah angin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, mengungkapkan kebijakan kerja di rumah atau WFH bukan merupakan faktor tunggal membaiknya kualitas udara.

Baca juga: Anggota DPRD Negatif Covid-19, Pemilihan Wagub DKI Berlanjut

“Hujan yang turun di Jabodetabek juga turut membantu tercucinya atmosfer dari polusi,” kata Andono, Rabu (25/3).

Dia memaparkan, berdasarkan pemantauan di lima Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hasilnya menunjukan perbaikan kualitas udara, terutama menurunnya kosentrasi parameter PM 2.5 selama penerapan WFH.

“Namun, penurunan ini juga konsisten dengan tingkat curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, kosentrasi parameter PM 2.5 menunjukan penurunan dan ketika hari-hari tidak hujan, kosentrasi parameter PM 2.5 sedikit meningkat,” kata dia.

Selain itu, arah angin juga berpengaruh terhadap polutan jenis PM 2.5 ini atau partikel debu halus berukuran 25 mikrogram/m³.

“Arah angin yang mengarah ke Ibu Kota juga mempengaruhi konsentrasi parameter PM 2.5,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT