25 March 2020, 13:30 WIB

Yayasan Media Group Salurkan 26 Box APD ke RS Rujukan Covid-19


Ihfa Firdasya | Humaniora

YAYASAN Media Group  bekerja sama dengan relawan Co-Hope menyalurkan sebanyak 26 box APD bagi rumah sakit-rumah sakit yang paling membutuhkan. Sebanyak 26 box itu terdiri dari 16 box berisi 400 pakaian hazmat dan 10 box berisi 1.000 sarung tangan, Rabu (25/3).

Presiden Direktur Metro TV yang mewakili Yayasan Media Group, Don Bosco Selamun, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Ketua Co-Hope Yosilia Nursakina di Gedung Grand Metro TV, Jakarta Barat.

"Hari ini Yayasan Media Group menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan sarung tangan. Ini diberikan kepada petugas kesehatan yang sekarang menjadi garda terdepan untuk membantu menyembuhkan atau mencegah pandemi virus corona," ucap Don Bosco.

Don Bosco menyebut bantuan ini tidak terlepas dari kedermawanan masyarakat yang telah memberikan sumbangan melalui Dompet Kemanusiaan Media Group. Hingga saat ini, donasi yang terkumpul berjumlah lebih dari Rp5 miliar.

"Kalau lihat donasi yang kita terima dan kita laporkan itu tetap dan selalu mengalir. Kita segera mengalihkan itu dan membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk disampaikan kepada publik," ungkapnya

"Kita berterima kasih kepada para penonton Metro TV, yang membaca Media Indonesia, Medcom.id, dan Lampung Post, sekali lagi kita berterima kasih atas kebaikan hati Anda," tuturnya.

Selanjutnya, Yayasan Media Group juga sedang menggodok agar bantuan ini juga bisa disalurkan ke luar Pulau Jawa.

"Ini persoalannya bagaimana kita mengerahkan orang, bagaimana kita punya network. Kita akan menyiapkan ini. Pada awal April diperkirakan kita akan mendistribusikan itu. Saya tahu banyak sekali permintaan dari daerah untuk kebutuhan ini," pungkas Don Bosco.

Pada kesempatan yang sama, Yosilia dari Co-Hope menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dari Yayasan Media Group. Menurutnya, saat ini para tenaga kesehatan memang tengah mengalami krisis APD.

"Dari data yang kami dapatkan biasanya RS-RS hanya memiliki stok APD kira-kira yang hanya bertahan 1 sampai 2 hari, mungkin mentok-mentok sampai satu minggu," ungkapnya.

Selanjutnya, Co-Hope akan menyalurkan APD ini ke sejumlah rumah sakit di lingkungan Kementerian Pertahanan.

"Sebagian kita drop di RSAL Mintohardjo dan sebagian lagi ke RSAU. Kenapa ke tempat-tempat tersebut karena memang setelah kami koordinasi dengan Kemenhan ternyata memang tempat-tempat tersebut akan yang memerlukan APD yang lebih," jelas Yosilia.

Co-Hope, lanjutnya, telah menscreening daftar RS prioritas.Baik secara sporadis melalui penyebaran form atau koordinasi dengan dinkes dan IDI.

Menurut Yosilia, hal yang menjadi skala prioritas penerima bantuan dilihat dari jumlah pasien suspek, PDP, ODP, dan banyaknya donasi yang masuk ke RS tersebut, serta berapa lama stok APD di RS tersebut bisa bertahan.

"Selain itu juga Co-Hope juga telah berkoordinasi dengan fund raiser lain. Seperti kitabisa, wechat, dan lainnya untuk meminimalisasi terjadinya mal distribusi APD tenaga kesehatan," jelasnya.

Terakhir, Yosilia mengungkapkan apresiasi para tenaga kesehatan atas bantuan-bantuan yang diterima.

"Mereka sangat menghargai segala bantuan yang datang karena mereka memang sangat membutuhkan APD, jadi mereka berterima kasih termasuk pada Yayasan Grup yang telah membantu," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ditjen Pajak Undurkan Batas Waktu Pelaporan Hingga 30 April

BERITA TERKAIT