25 March 2020, 13:59 WIB

Pemkab Manggarai Barat Tutup Bandara Komodo dan Pelabuhan Laut


Thomas harming suwarta | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat memutuskan melakukan penutupan Bandara Komodo dan Pelabuan Laut. 

Keputusan yang dikeluarkan melalui surat kepada Menteri Perhubungan tersebut diambil menyusul adanya peningkatan drastis jumlah orang dengan pemantauan (ODP) virus corona (covid-19) di wilayah Manggarai Barat.

Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong yang menandatangani surat tersebut Rabu, (25/3) menyatakan penutupan berlangsung selama sembilan hari, mulai esok pukul 01.00 WITA, hingga 3 April mendatang.

Maria mengatakan, saat ini di Manggarai Barat memang belum ada kasus positif Covid-19, namun berdasarkan data hasil pengamatan yang didapat per 18 Maret 2020 ada 7 ODP Covid-19 dan sampai 25 Maret 2020 terjadi lonjakan jumlahnya menjadi 31 orang (terjadi lonjakan/kenaikan 442,86 % dalam tenggang waktu 8 hari). 

"Semua orang/pasien dimaksud datang dari luar daerah tertular Covid-19, yaitu Denpasar, Jakarta dan Surabaya dan saat ini ada dua orang di antaranya sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” kata Maria.

Bukan hanya itu dia juga menjelaskan posisi Labuan Bajo sebagi pintu masuk utama ke Pulau Flores dan ada sekitar 260 ribu warga Manggarai Barat yang ketakutan apabila ada dari 7 orang yang sedang dalam pengawasan benar-benar dinyatakan positif Covid-19. "Sementara fasilitas Alat Pelindung Diri dan peralatan kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia. Tambah lagi pengetahuan masyarakat tentang virus ini yang masih sangat terbatas," papar Maria.

Dengan adanya keputusan ini maka sejak Kamis, 26 Maret 2020 Pkl 01.00 WITA sampai 3 April 2020 Pkl 24.00, seluruh kapal penumpang, termasuk penyeberangan Ferry ASDP, kapal penumpang Pelni dan kapal lainnya serta serta pesawat udara tidak bisa masuk ke Labuan Bajo. (OL-8).

BERITA TERKAIT