25 March 2020, 12:46 WIB

Produksi Beras di Kabupaten Malang Defisit Tapi Aman


Bagus Suryo | Nusantara

PEMKAB Malang, Jawa Timur menyatakan produksi beras dalam kondisi aman meskipun produksi panen tidak mencukupi kebutuhan pangan penduduk. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Ir M Nasri Abdul Wahid kepada Media Indonesia, Rabu (25/3), mengatakan panen padi selama Januari-Maret 2020 hanya mampu menghasilkan beras sebanyak 18.997 ton dari kebutuhan 20.767 ton. 

Dengan demikian defisit beras sebanyak 1.770 ton. Kendati defisit, akan tetapi ada cadangan beras pemerintah di Bulog Malang sebanyak 27.800 ton sehingga mencukupi kebutuhan konsumsi penduduk diperkirakan selama dua bulan ke depan.

"Pangan utamanya beras yang dipantau masih aman, dan bulan depan panen raya," tegasnya, Rabu (25/3)

Nasri mengakui suplai beras hasil panen selama Januari-Maret memang sedikit kurang lantaran belum memasuki puncak panen terutama petani yang memulai tanam pada November-Desember 2019.

"Mulai April ada panen raya yang menambah pasokan, sedangkan di luar panenan ada sediaan bulog 27.800 ton, Insya Allah untuk beras, aman," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Malang Hasan Tuasikal menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena kondisi stok beras mencukupi kebutuhan selama dua bulan ke depan. Harga beras IR64 pun dinilai masih stabil rata-rata Rp10.235 per kilogram (kg).

"Harga beras stabil kecuali gula pasir dan telur mengalami kenaikan. Harga gula rata-rata Rp17.400 per kg," katanya.

baca juga: 8 KA Lewat di Daop 5 Purwokerto Dibatalkan Operasinya

Pemkab Malang berencana menggelar operasi pasar gula pada pertengahan April nanti. Sejauh ini, lanjutnya, stok gula sekitar 4.666 ton.

"Operasi pasar masih kita rapatkan dengan Pabrik Gula Kebonagung karena kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengundang masa ditiadakan sesuai dengan maklumat Kapolri," tuturnya.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT